KabarGolkar, Bandung - Dewan Pimpinan Nasional Sentral Organisasi Karyawan Swadiri
Indonesia (Depinas SOKSI) menggelar prosesi penutupan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) I SOKSI Tahun 2026 di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Sabtu (16/5/26). Kegiatan tersebut menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus penguatan komitmen SOKSI dalam mendukung agenda kaderisasi dan perjuangan politik Partai Golkar.
Agenda penutupan Rakernas dan Rapimnas diawali dengan prosesi pengukuhan Pengurus Depinas SOKSI masa bakti 2025–2030 yang ditandai dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) oleh Sekretaris Jenderal Depinas SOKSI, Puteri Anetta Komarudin.
Prosesi penutupan secara resmi dilakukan oleh Ketua Umum DPP Partai Golkar yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Kehormatan Khusus Depinas SOKSI, Bahlil Lahadalia. Dalam kesempatan tersebut, Bahlil didampingi Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar M. Sarmuji serta Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily.
Dalam sambutannya, Ketua Umum Depinas SOKSI, Mukhamad Misbakhun, menegaskan bahwa hasil Rakernas dan Rapimnas menghasilkan berbagai masukan strategis dari daerah yang akan menjadi pijakan dalam memperkuat konsolidasi organisasi dan politik bersama Partai Golkar.
“Dalam rapat-rapat kami mendapatkan banyak masukan dari daerah yang juga tadi disampaikan ketua penyelenggara. SOKSI tertib pada barisan Partai Golkar, konsolidasi SOKSI adalah bagian dari konsolidasi besar Partai Golkar, konsolidasi politik dan konsolidasi organisasi,” ujar Misbakhun.
Ia juga menekankan komitmen SOKSI dalam memperkuat sistem kaderisasi guna mencetak sumber daya politik yang berkualitas bagi Partai Golkar.
“Komitmen kami adalah memperkuat kaderisasi SOKSI dalam rangka memberikan kontribusi kader-kader terbaik SOKSI untuk menjadi bagian dari rekrutmen kader Partai Golkar,” lanjutnya.
Sementara itu, Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, dalam arahannya menegaskan pentingnya mengembalikan SOKSI pada khitah perjuangannya sebagai salah satu organisasi pendiri Partai Golkar sekaligus pusat pengkaderan politik.
“Saya pikir kita harus kembalikan SOKSI pada khitah perjuangannya. SOKSI ini adalah organisasi KINO (Kelompok Induk Organisasi pendiri Partai Golkar) yang mempunyai basis massa yang sekaligus menjadi dapur perkaderan yang kelak nanti akan disuplai untuk menjadi tokoh-tokoh bangsa melalui saluran politik di Partai Golkar,” kata Bahlil.
Menurutnya, keberadaan SOKSI harus mampu memperkuat posisi dan kualitas Partai Golkar melalui kontribusi kader-kader terbaiknya.
“Jadi SOKSI harus memboboti Partai Golkar. Salah satu akar dasar Golkar adalah SOKSI, bukan Golkarnya yang memboboti SOKSI, tapi SOKSI yang harus memboboti Golkar ini,” tegasnya.
Bahlil juga berharap SOKSI dapat terus memberikan kontribusi nyata dalam membangun sistem politik yang sehat dan inklusif di internal Partai Golkar.
“Saya berharap betul terhadap SOKSI dalam memberikan kontribusi terbaiknya untuk memberikan warna tersendiri dalam perilaku sistem politik kita di internal Partai Golkar,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Partai Golkar merupakan partai yang lahir dari semangat kebangsaan dan persatuan seluruh elemen masyarakat Indonesia