Sarmuji: Rasulullah Teladan Kehidupan
Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar, M. Sarmuji, turut mengingatkan peserta agar tidak memandang Maulid Nabi hanya sebagai kegiatan seremonial. Momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW harus menjadi kesempatan untuk mempelajari dan mempraktikkan keteladanan Rasulullah SAW. Sisi kemanusiaan Rasulullah sebagai bagian yang sangat dekat dengan kehidupan umat.
“Rasulullah itu dari jenis kita sendiri. Jadi sisi kemanusiaannya itu yang justru bisa kita contoh,” kata Sarmuji.
Sarmuji mengatakan Rasulullah dapat menjadi teladan bagi berbagai kalangan. Dalam kehidupan keluarga, misalnya, Rasulullah dapat menjadi contoh bagi seorang suami. Sementara dalam konteks kepemimpinan, Rasulullah juga memiliki keteladanan sebagai pemimpin masyarakat.
Sarmuji menegaskan bahwa meneladani Rasulullah tidak harus selalu dilakukan melalui tindakan besar. Umat dapat memulainya melalui kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya terkait dengan adab masuk rumah dengan kaki kanan, makan menggunakan tangan kanan, dan masuk kamar mandi dengan kaki kiri. Kebiasaan tersebut, menunjukkan bahwa keteladanan Rasulullah dapat diterapkan dalam aktivitas sehari-hari.
Karena itu, peringatan Maulid Nabi seharusnya tidak berhenti pada seremoni, melainkan mendorong perubahan perilaku dan akhlak. Semangat yang dibangun dalam peringatan Maulid Nabi DPP Pengajian Al-Hidayah tersebut menempatkan keluarga sebagai titik awal penguatan persatuan.
Keluarga yang menanamkan akhlak dan sikap saling menghormati akan membentuk individu yang mampu hidup berdampingan dengan masyarakat yang beragam. Keteladanan Rasulullah SAW tidak hanya menjadi materi yang disampaikan dalam peringatan Maulid, tetapi benar-benar hadir dalam kehidupan keluarga, masyarakat, umat, dan bangsa. Melalui keluarga yang kuat, persaudaraan yang kokoh, serta kepedulian sosial yang terus tumbuh, Al-Hidayah diharapkan dapat berkontribusi dalam menjaga persatuan dan memperkuat kehidupan bangsa Indonesia
Penceramah - Hasani Ahmad Said
Sebagai penceramah pada kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW adalah Hasani Ahmad Said, yang merupakan Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Hasani Ahmad mengajak umat Islam menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai uswatun hasanah atau suri teladan terbaik. Keteladanan Rasulullah tidak hanya tercermin dalam ucapan, tetapi juga perbuatan, sifat, dan ketetapan beliau. Salah satunya adalah kemampuan mengendalikan amarah. Hasani mengingatkan bahwa menahan amarah memiliki ganjaran besar.
“Jangan engkau jadi orang pemarah. Karena di balik itu, kalau kita bisa menahan amarah, di situ ada surga,” tuturnya.
Hasani juga menekankan pentingnya meneladani Rasulullah dalam kehidupan keluarga. Ia mengutip sabda Nabi bahwa sebaik-baik manusia adalah mereka yang berbuat terbaik kepada keluarganya.
“Sebaik-baik kalian adalah ketika berbuat yang terbaik kepada keluargamu,” katanya.
Menurut Hasani, keluarga harmonis dibangun melalui keteladanan dan akhlak. Karena itu, suami memiliki tanggung jawab dalam mengurus keluarga, termasuk membantu pekerjaan rumah tangga dan mengasuh anak. Ia juga mengingatkan pentingnya ketaatan istri kepada suami dalam membangun rumah tangga yang harmonis.
“Rasulullah mengajarkan kita bagaimana membangun keluarga dengan keteladanan, kasih sayang dan akhlak,” pungkasnya.
Pada akhirnya, keteladanan Rasulullah SAW diharapkan tidak hanya menjadi materi yang disampaikan dalam peringatan Maulid, tetapi benar-benar hadir dalam kehidupan keluarga, masyarakat, umat, dan bangsa. Melalui keluarga yang kuat, persaudaraan yang kokoh, serta kepedulian sosial yang terus tumbuh, Al-Hidayah diharapkan dapat berkontribusi dalam menjaga persatuan dan memperkuat kehidupan bangsa Indonesia.