JAKARTA – DPP Pengajian Al-Hidayah menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad
SAW dengan menyerukan pentingnya memperkuat keluarga sebagai fondasi persatuan umat dan bangsa.
Peringatan Maulid Nabi yang berlangsung di Ballroom Lantai II Grha DPP Partai Golkar, Jakarta, Selasa (8/9/26), mengangkat tema “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW untuk Menguatkan Keluarga, Umat, dan Persatuan Bangsa.”
Sekitar 250 peserta yang berasal dari unsur pimpinan pusat, pimpinan daerah, utusan ormas hasta karya, utusan organisasi keagamaan tingkat pusat, dan jamaah pengajian Al-Hidayah menghadiri kegiatan secara langsung. Sementara pengurus DPD Pengajian Al-Hidayah tingkat provinsi, kabupaten/kota, serta masyarakat umum mengikuti kegiatan melalui Zoom dan YouTube.
Hetifah: Persatuan Dimulai dari Keluarga
Ketua Umum DPP Pengajian Al-Hidayah, Hetifah Sjaifudian, mengatakan upaya membangun persatuan bangsa harus dimulai dari lingkungan paling dasar, yakni keluarga. Keluarga merupakan tempat pertama seseorang belajar mengenai kasih sayang, penghormatan, tanggung jawab, toleransi, dan kehidupan bersama. Nilai-nilai tersebut menjadi modal penting dalam membangun masyarakat yang rukun.
“Keteladanan Rasulullah Muhammad SAW sangat relevan untuk diterapkan dalam kehidupan keluarga. Akhlak Rasulullah tidak hanya menjadi nilai keagamaan, tetapi juga dapat menjadi pedoman dalam membangun hubungan antar manusia. Keluarga yang mampu menanamkan nilai-nilai akhlak akan melahirkan generasi yang memiliki karakter dan kepedulian terhadap lingkungan sosialnya”
Hetifah juga mengingatkan bahwa kehidupan masyarakat tidak terlepas dari perbedaan. Setiap orang dapat memiliki latar belakang, pilihan, organisasi, maupun pandangan yang berbeda. Namun, perbedaan tersebut tidak boleh menghilangkan semangat persaudaraan. Nilai-nilai yang diajarkan Rasulullah SAW justru dapat menjadi perekat di tengah keberagaman tersebut.
“Al-Hidayah harus menjadi jembatan persaudaraan dan persatuan,” tegas Hetifah.
Hetifah berharap Pengajian Al-Hidayah dapat terus menghadirkan kegiatan yang memperkuat hubungan sosial, kepedulian terhadap sesama, serta semangat kebangsaan.
Dalam kesempatan tersebut, Hetifah juga menyoroti posisi strategis perempuan dalam membangun keluarga yang kuat. Perempuan dan ibu memiliki peran besar dalam membentuk karakter anak sekaligus menjaga ketahanan keluarga. Di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi, perempuan juga dituntut memiliki kemampuan untuk memanfaatkan teknologi secara bijak.
Karena itu, Al-Hidayah terus didorong untuk meningkatkan kapasitas perempuan, baik dalam aspek keagamaan, sosial, teknologi, maupun pemberdayaan ekonomi. Juga mendorong Al-Hidayah hadir melalui berbagai kegiatan nyata, seperti kepedulian terhadap kaum dhuafa, perlindungan keluarga dan anak, pemberdayaan perempuan, penguatan ekonomi keluarga, serta kegiatan sosial lainnya.
Napsiyah: Maulid Perkuat Keluarga dan Umat
Ketua Panitia Peringatan Maulid Nabi DPP Pengajian Al-Hidayah, Napsiyah Arifuzzaman, mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperingati kelahiran Rasulullah Muhammad SAW sekaligus menghidupkan keteladanan beliau dalam kehidupan sehari-hari. peringatan Maulid Nabi harus memberikan dampak nyata bagi kehidupan keluarga, masyarakat, dan bangsa.
“Melalui peringatan Maulid Nabi ini, kita ingin membawa akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari, baik di keluarga, masyarakat maupun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujar Napsiyah.
Momentum Maulid dapat mendorong umat untuk semakin banyak bershalawat dan memperbanyak amal kebaikan. Keluarga yang kuat akan membantu menciptakan masyarakat yang harmonis