Kabargolkar.com - Wabah Covid19 sangat mempengaruhi situasi politik dunia. Sejak 6 bulan lalu Covid19 pertama kali merebak di Kota Wuhan China kini telah melanda hampir seluruh dunia.
Meutya Hafid Ketua Komisi I DPR RI dalam paparan presentasi saat Webinar Diskusi Kopi dengan tema Tren Geopolitik Dunia di Tengah Covid19 yang diadakan oleh Bidang Media Penggalangan Opini DPP Partai Golkar bersama Menlu RI dan Philip J Vermonte menyatakan ada munculnya gejala rasisme, xenophobia dan narrow nationalism (nasionalisme sempit) di negara-negara di dunia ditengah wabah Covid19.
Meningkatnya rivalitas di antara negara-negara maju dan saling menyalahkan muncul akibat dampak krisis Covid19. Pelemahan ekonomi menjadi penyebab kedua setelah di awal terkena terpaan infeksi Covid19.
"Situasi dunia yang saling salah menyalahkan, misalnya antara Amerika dan China dan meningkatnya ketidakpercayaan kepada insitusi dunia seperti WHO" jelas Meutya Hafid.
Ditengah situasi krisis pada saat yang bersamaan muncul juga hal positif dan optimisme yang muncul. Kerjasama antar negara meningkat karena beranggapan tidak ada negara yang dapat melawan wabah covid19 sendiri.
"Mendorong pemerintah melalui Kemenlu untuk semakin aktif meningkatkan kerjasama internasional karena Indonesia tidak bisa sendiri memerangi wabah Covid19" lanjut Meutya.
"Mengharapkan kemenlu diplomasi untuk menjamin ketersediaan alat-alat kesehatan khususnya akses terhadap vaksin." Jelas Meutya Hafid.
Meutya juga mengingatkan Indonesia harus terus menyuarakan perlunya memperkuat sektor industri kesehatan dengan kerjasama riset.