
Kabar Golkar - Parpol di Kabupaten
Probolinggo, Jawa Timur, mulai mempersiapkan diri menghadapi pemilu 2019. Partai
Golkar misalnya, mematok
target perolehan
sembilan kursi dari total 50 kursi di DPRD setempat.
Saat ini, Golkar mendapatkan 5 kursi dari 45 total kursi DPRD hasil pemilu 2014. Perolehan itu sama dengan PPP, PDIP dan Partai Gerindra.
"Target kami realistis, sembilan kursi. Ada dapil yang dapat satu kursi, ada yang dapat dua," kata Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Probolinggo, Oka Mahendra Jati Kusuma, Minggu (6/5/2018).
Untuk mencapai target tersebut, Golkar telah memetakan bakal calon legislator (caleg) di setiap dapil. Mayoritas merupakan kader Golkar, dan sebagian kecil simpatisan.
Mereka telah memiliki sertifikat orientasi fungsionaris, yang menjadi syarat utama menjadi caleg Partai Golkar. Orientasi ini digelar oleh DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Timur.
"Yang sudah ikut (orientasi, Red) 60 orang. Ini yang disiapkan mengisi 50 kursi di DPRD Kabupaten Probolinggo. Kami punya cadangan 10 orang," terang politisi muda ini kepada TIMES Indonesia (timesindonesia.co.id).
Oka menambahkan, di Golkar tak ada pintu bagi kader/pengurus parpol lain untuk menjadi caleg Golkar. Sebab, syarat utama menjadi caleg harus punya sertifikat orientasi fungsionaris.
"Kader parpol lain tidak bisa (menjadi caleg Golkar) karena harus punya sertifikat. Kita (Golkar) berbeda dengan parpol lain," ujarnya.
Pernyataan itu disampaikan Oka karena ada kemungkinan kader/pengurus parpol di luar Golkar, lompat pagar ke parpol lain untuk mencalonkan diri sebagai caleg.
Kemungkinan ini terbuka karena ada beberapa anggota DPRD, yang punya pilihan politik berbeda dengan parpolnya dalam Pilkada Kabupaten Probolinggo, 27 Juni 2018 nanti.
Dalam Pilkada
Probolinggo, Partai
Golkar, mengusung pasangan Incumbent P. Tantriana Sari dan Timbul Prihanjoko bersama NasDem, PDIP, PPP dan Partai Gerindra. Adapun PKB dan Demokrat, mengusung pasangan Abdul Malik Haramain dan Muhammad Muzayyan.
Â
Sumber :
timesprobolinggo.com