kabargolkar.com, JAKARTA - Ketua Umum DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Haris Pertama mengajak kepada seluruh pihak untuk tidak lagi mengusik Pancasila sebagai sebuah konsensus kebangsaan.
"Sudahlah, konsensus para bapak pendiri bangsa yang namanya Pancasila sudah tidak perlu diusik lagi," papar Haris dalam Webinar KabarGolkar Study Group 2: "Aku, Kamu dan Pancasila", Rabu (1/7/2020).
Menurut Haris, para founding father bangsa Indonesia sudah belajar banyak ideologi dari Marxisme sampai Liberalisme sebagai bahan menyusun falsafah dasar bernegara apa yang sesuai dengan kebudayaan bangsa.
"Mereka pelajari semua ideologi tersebut lalu setelah mereka lihat kebudayaan bangsa, maka lahirlah Pancasila," tambah Haris.
Haris menegaskan Pancasila tidak perlu diperdebatkan lagi, jadi tidak perlu lagi ada polemik semisal Ketuhanan yang Berkebudayaan yang hendak dimasukkan dalam Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP).
"Kalau ada yang menuntut prinsip Ketuhanan dengan membentuk khilafah, nanti pada gila semua," ungkap politisi Partai Golkar ini.
Riuh pembahasan Rancangan Undang Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) masih menjadi bahasan belum selasai dibicarakan, sudah banyak pula elemen di masyarakat bersikap menanggapi persoalan ini, dari organisasi keagamaan maupun kelompok kelompok yang selama ini sangat bersikap resistensi terhadap rongrongan komunisme.
Dalam diskusi yang menghadirkan dua narasumber, Haris Pertama (Ketua Umum DPP KNPI) dan Indra Poesponegoro (Ketua SAPMA Pemuda Pancasila) menarik dalam diskursusnya, dimana fokus pengkajian soal RUU HIP ini bagi sebagian kader kader di internal sendiri masih menjadi pertentangan soal pembahasannya.
" Soal masih adanya dinamika dalam internal golkar, perihal mengenai ideologi Pancasila sebagai Benteng pertahanan bagi negara dari sisi ideologisnya sudah menjadi kesepakatan bersama, dan Partai Golkar sebagai Bentengnya ini wajib menjadi sebuah kesepakatan tersebut," ucap Haris Pertama. (*)