29 September 2020
Idrus Marham: Panti ODGJ Harus Ada di Seluruh Indonesia
  Administrator
  28 Mei 2018
  • Share :
[caption id="attachment_6749" align="aligncenter" width="785"]idrus marham Mensos Idrus Marham bersama Dirjen Rehabilitasi Sosial Edi Suharto didampingi Direktur Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Rachmat Koesnadi meninjau Panti Sosial Rehabilitasi Mental Aura Welas Asih, Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (25/5). KEMENSOS FOR INDOPOS[/caption] Kabargolkar - Menteri Sosial, Idrus Marham mengatakan bahwa pemerintah pusat dan daerah serta dunia usaha perlu bersinergi untuk menangani orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). ”Arahan Presiden mereka harus diurus bersama-sama Pemda, pemerintah pusat, dan pengusaha melalui CSR mereka,” kata Mensos saat meninjau Panti Sosial Rehabilitasi Mental Aura Welas Asih Palabuhan Ratu Sukabumi, Jawa Barat. Pada peninjauan tersebut Mensos menyerahkan bantuan senilai Rp 80 juta untuk permakanan bagi 112 ODGJ yang ditangani panti tersebut. Panti yang dikelola secara swadaya oleh masyarakat itu menempati bekas gedung SMK Pelayaran Palabuhan Ratu yang dipinjamkan Pemda. ”Terkait gedung ini status pinjaman Pemda, tadi saya katakan pemda sudah siapkan lahan 2.000 hektare maka pengelola segera siapkan rancangan dan nanti kita sama-sama urun rembug segera diselesaikan,” kata Mensos dalam keterangan tertulisnya, Minggu (27/5). Mengingat kondisi yang serba terbatas tersebut, Mensos yang didampingi Dirjen Rehabilitasi Sosial Kemensos Edi Suharto mengajak semua pihak untuk melakukan yang terbaik dalam menangani ODGJ. ”Kami tidak ingin membiarkan mereka berkeliaran di tengah jalan, negara harus hadir di situ. Representasi kehadiran negara adalah pemerintah, pemerintah akan membuat kebijakan untuk menangani masalah ODGJ melalui program-program yang jelas,” tambah Mensos. Bantuan yang diserahkan tersebut kata Idrus, untuk menjamin makanan kepada para ODGJ di Panti Aura Welas Asih. Sementara gedung tempat ODGJ di Panti Aura Welas Asih masih status pinjaman dari Pemda Sukabumi. Informasi yang diperolehnya kata Idrus, pemerintah daerah telah menyiapkan lahan untuk pembangunan panti. Nantinya pihak panti diminta menyiapkan gambar dan rincian dana yang diperlukan. Selanjutnya akan dilakukan urun rembug supaya pembangunan bisa segera diselesaikan. ”Karena disini sudah ada 112 orang dengan gangguan jiwa,” ujar Idrus. Ia mengaku terenyuh melihat kondisi ODGK karena bukan kehendaknya menempati tempat tersebut. Oleh karena itu ungkap Idrus, pemerintah melakukan yang terbaik bagaimana mengurus dan melakukan langkah dalam rehabilitasi. Harapanya mereka bisa kembali normal. Namun diakui Idrus, anggaran untuk penanganan ODGJ ada tapi tidak banyak atau terbatas. Terlebih jumlah ODGJ semakin hari makin banyak. Keberadaan mereka kata Idrus tetap harus diurus secara bersama baik pemerintah daerah dan pusat. Sehingga lanjut Idrus, pemerintah tidak akan membiarkan mereka berkeliaran di tengah jalan. Sehingga negara harus hadir untuk membuat kebijakan yang mendukung penanganan ODGJ. Ketua Yayasan Aura Welas Asih Deni Solang mengatakan, pihaknya berterimakasih kepada Mensos yang sudah mengunjungi panti. ”Ini bentuk kepedulian pemerintah terhadap ODGJ dan bebas pasung,” imbuh dia. Pemerintah telah menargetkan Indonesia Bebas Pasung pada 2019. Saat ini masih banyak ODGJ yang dipasung dan tidak mendapatkan penanganan yang baik. Menurut Mensos, pemerintah punya komitmen yang kuat untuk mencapai target tersebut. Dirjen Rehabilitasi Sosial Edi Suharto mengatakan upaya yang dilakukan pemerintah untuk target bebas pasung yaitu bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan agar memastikan obat-obatan untuk ODGJ terpenuhi. ”Mereka yang dipasung rata-rata karena ODGJ ini masih aktif, kadang-kadang menyerang juga jadi membutuhkan obat-obatan. Kami juga melakukan pendekatan dengan pemda,” ujar Edi.[Indopos]  
Komentar
Tulis Komentar
Kode Acak
Menyajikan berita terhangat dan terpercaya langsung melalui handphone anda
© 2020 Kabar Golkar. All Rights Reserved.