Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
Perspektif Seleksi Masuk PTN/PTS
  Kabar Golkar   30 Mei 2018
Opini - Ketika seseorang ingin menjadi prajurit, yang selanjutnya akan ditempah di lembaga pendidikan, maka seleksi pasti akan di perketat, dengan meninjau dari berbagai aspek, Namun berbeda dengan seleksi masuk Perguruan Tinggi, ada beberapa standar yang mengisyaratkan sebagai pertimbangan sehingga seseorang akan diterima sebagai Mahasiswa yaitu Potensi Akademik, Ekonomi dan Fisik, Ekuitas dan Wikayah Yang menjadi persoalan adalah potensi akademik, dimana jika dilihat dari peran dan fungsi, yaitu: Pendidikan Tinggi berfungsi: """""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""" 1. mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa; 2. mengembangkan Sivitas Akademika yang inovatif, responsif, kreatif, terampil, berdaya saing, dan kooperatif melalui pelaksanaan Tridharma; dan 3. mengembangkan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dengan memperhatikan dan menerapkan nilai Humaniora. Fungsi dan Peran Perguruan Tinggi """""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""" 1. wadah pembelajaran Mahasiswa dan Masyarakat; 2. wadah pendidikan calon pemimpin bangsa; 3. pusat pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi; 4. pusat kajian kebajikan dan kekuatan moral untuk mencari dan menemukan kebenaran; dan 5. pusat pengembangan peradaban bangsa (sumber: pd_dikti ) Dengan demikian maka input Mahasiswa baru yang merupakan hasil pendidikan sekolah dasar hingga menengah, harus benar benar disiapkan potensi akademik yang memadai, sehingga menjawab fungsi dan peran Perguruan Tinggi yang tersebut diatas. Kenyataan yang terjadi hari ini adalah, justru banyak calon Mahasiswa baru yang di tinjau dari Potensi Akademik jauh dari harapan. Membaca, menjumlahkan, bahkan pemahaman sebagai seorang calon mahasiswa yang mampu menggambarkan masa depannya pun, tidak mampu. Ini berarti beberapa kasus yang tergambar tadi, terindikasi proses pengembangan potensi akademik dari study dasar hingga menengah tidak terdeteksi dengan baik alias "instan". Dimana akan menjadi beban pengajar, yang seharusnya sudah harus "on go" sesuai fungsinya di Peeguruan Tinggi malah kembali menjadi "pemandu gerak study dasar dan menengah" Menjadi catatan penting bagi "staek holder" terkait agar kedepan lebih protektf terhadap sekolah sekolah, uatamanya yang jauh dari jangkauan informasi dan perkembangan. Hal yang menarik bahwa pada tanggal 19 November 2017, telah dilakukan penyerahana dokumen personil, pendanaan dan prasana (P3D) SMA/SMK pertanda resmi dikelola oleh Pemerintah Provinsi Papua Gubernur Lukas Enembe, pada arahannya saat itu, bahwa Pemerintah Provinsi akan memprioritaskan peningkatan mutu tata kelola dan pembelajaran Harapan kita dengan mendekatkan penglolaan SMA/SMK pada satu wadah, yaitu Pemerintah Provinsi Papua, maka diharapkan output sekolah sekolah tersebut kedepan akan lebih baik dari sekarang, baik di perkotaan maupun daerah daerah terpencil Isak Rumbarar Warek III USTJ, Ketua AMPG Provinsi Papua
Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.