Kabargolkar.com - Kepala Menteri Maritim dan Investasi Indonesia, Luhut B, Pandjaitan hari ini (Jumat / 4/9 ) menandatangani kesepakatan dengan Fortescue Future Industries Pty Ltd (FFI), anak perusahaan Fortescue Metals Group Ltd (Fortescue) untuk mengembangkan sektor energi hijau di negara ini.
Kesepakatan tersebut menandai langkah awal kerjasama lebih lanjut untuk mengembangkan energi hijau dan mempercepat industri hijau di Indonesia, kata Bapak Pandjaitan dalam sambutannya.
“Penandatanganan Akta Kesepakatan dilakukan dalam kerangka kemitraan. Panitia bersama akan memfasilitasi, mempercepat dan mengimplementasikan investasi Fortescue Future Industries di industri hijau untuk membangun pembangkit listrik tenaga air dengan kapasitas 60 GW dan pembangkit listrik tenaga panas bumi dengan kapasitas 25 GW di seluruh Indonesia, ”ujar Bapak Luhut dalam sambutannya.
Berdasarkan perjanjian tersebut, Fortescue Future Industries telah diberikan hak untuk melakukan studi kelayakan pada proyek pembangkit listrik tenaga air dan panas bumi untuk mempercepat kontribusi yang lebih besar dari energi terbarukan ke dalam total bauran energi negara untuk memenuhi permintaan global.
“Penandatanganan Akta Kesepakatan dilakukan dalam kerangka kemitraan. Panitia bersama akan memfasilitasi, mempercepat dan mengimplementasikan investasi Fortescue Future Industries di industri hijau untuk membangun pembangkit listrik tenaga air dengan kapasitas 60 GW dan pembangkit listrik tenaga panas bumi dengan kapasitas 25 GW di seluruh Indonesia, ”ujar Bapak Luhut dalam sambutannya.
Berdasarkan perjanjian tersebut, Fortescue Future Industries telah diberikan hak untuk melakukan studi kelayakan pada proyek pembangkit listrik tenaga air dan panas bumi untuk mempercepat kontribusi yang lebih besar dari energi terbarukan ke dalam total bauran energi negara untuk memenuhi permintaan global.
Dr. Forrest menambahkan, “Kami secara historis selalu memperkaya organisasi kami dengan memberikan pelatihan untuk jaminan pekerjaan bagi komunitas lokal yang kemudian sangat mendukung proyek yang kami kembangkan bersama.
“Kami mengharapkan industri hijau baru di Indonesia untuk secara substansial mendiversifikasi, memperluas dan memperdalam tenaga kerja Indonesia yang sudah terampil.”
Pada acara yang sama, Menteri Luhut juga menyaksikan penandatanganan perjanjian kemitraan antara Pemerintah Indonesia dan Yayasan Minderoo untuk mengurangi pencemaran sampah plastik di sepanjang garis pantai Indonesia.
Kemitraan ini membuka jalan bagi prakarsa “Sea The Future” yang akan meningkatkan kegiatan daur ulang dan pengumpulan sampah, bersama dengan peningkatan infrastruktur. “Sea The Future” juga berkomitmen untuk mempercepat transisi Indonesia menuju ekonomi sirkular tanpa limbah.
Dr Forrest berkata, “Kami memahami kerusakan yang disebabkan oleh polusi plastik terhadap lingkungan, terutama pada komunitas yang paling rentan. Kita tahu krisis virus corona telah memperburuk kondisi masyarakat.
Melalui Sea the Future Indonesia, Minderoo Foundation akan bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia untuk membangun ekonomi plastik melingkar yang memberikan jaminan kerja bagi puluhan ribu orang dan keamanan lingkungan untuk semua. ” Tutup Forrest.