Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
Airlangga Hartarto Jadikan 'Making Indonesia 4.0' Jurus Andalan RI Tembus 10 Besar Ekonomi Dunia
  Kabar Golkar   08 Juni 2018
kabargolkar.com - Pemerintah telah menetapkan target Indonesia masuk ke dalam daftar 10
negara dengan produk domestik bruto (PDB) terbesar di dunia pada tahun 2030. Untuk merealisasikan hal tersebut tidak cukup dengan mengandalkan pertumbuhan ekonomi secara organik, namun diperlukan terobosan di bidang industri dengan memanfaatkan perkembangan teknologi. Atas dasar itulah, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menginisiasi peta jalan (road map) Making Indonesia 4.0 yang diluncurkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 4 April 2018 lalu. Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto sebagai konseptor peta jalan tersebut menyatakan, roadmap ini disusun untuk mendukung penerapan Fourth Industrial Revolution (Revolusi Industri 4.0) yang akan merombak alur produksi industri konvensional dengan cara yang tidak biasa. Menurut Airlangga, sebuah peningkatan produktivitas sekaligus efisiensi industri dengan target yang luar biasa, tentunya tidak bisa dicapai dengan cara yang biasa saja. "Kita melihat negara lain, baik negara maju atau berkembang telah memasukkan gerakan Revolusi Industri 4.0 ke dalam agenda nasional demi meningkatkan daya saing di pasar global. Revolusi seperti ini sudah pasti akan menuju Indonesia, dan kita harus siap mengimplementasikannya," kata Airlangga, dalam keterangan tertulis. Dalam konsepsi Airlangga, Revolusi Industri 4.0 ala Indonesia akan merevitalisasi industri manufaktur nasional menjadi lebih produktif dan efisien dengan pemanfaatan teknologi. Jauh lebih cepat dibandingkan evolusi perekonomian Indonesia dari yang tadinya mengandalkan sumber daya alam (migas dan pertambangan) menjadi ekonomi berbasis manufaktur yang bisa memberikan nilai tambah. "Sekarang telah terjadi lagi perubahan basis ekonomi ke arah penyediaan barang dan jasa yang mengoptimalkan pemanfaatan teknologi," jelasnya. Tidak heran kalau kontribusi industri manufaktur Indonesia terhadap PDB menurun jadi 22 persen pada 2016 setelah mencapai titik tertinggi 26 persen pada 2001 silam. Menurut Airlangga, penurunan kontribusi industri manufaktur akan terus terjadi sampai 2030 jika pemerintah dan pelaku usaha tidak melakukan intervensi apapun. Sementara populasi usia produktif diperkirakan mencapai 30 juta orang pada tahun yang sama, sehingga menjadi tugas pemerintah untuk membuka lapangan pekerjaan bagi generasi milenial tersebut dengan merevitalisasi kembali industri manufaktur Indonesia. "Penerapan Revolusi Industri 4.0 akan membuka peluang tersebut karena bisa meningkatkan produktivitas pekerja, mendorong ekspor netto, serta membuka sekitar 10 juta lapangan pekerjaan baru sampai 2030," paparnya. Lima Industri Prioritas Berdasarkan keterangan tertulis Kementerian Perindustrian, untuk mempercepat pemanfaatan teknologi yang bisa meningkatkan produktivitas dan efisiensi industri, Kemenperin bersama asosiasi industri, pelaku usaha, penyedia teknologi, dan akademisi telah menetapkan lima sektor industri besar nasional yang akan menjadi pionir implementasi Revolusi Industri 4.0. Lima sektor industri tersebut adalah makanan dan minuman, tekstil dan produk tekstil, otomotif, kimia, dan elektronik. Sektor tersebut dipilih menjadi motor penggerak Revolusi Industri 4.0 karena memiliki kontribusi yang besar terhadap PDB melalui penyerapan tenaga kerja, potensi ekspor, besaran investasi, dan kecepatan penetrasi pasar. "Dalam implementasinya, kami mengidentifikasi Revolusi Industri 4.0 pada lima sektor tersebut akan menghadapi tantangan yang serupa mulai dari ketersediaan bahan baku, penolakan akan perubahan budaya kerja, hingga kebijakan pemerintah
BERITA TERKAIT
Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.