08 Maret 2021
Airlangga Hartarto: Tahun 2021, Momentum Akselerasi Ekonomi Indonesia
  Bambang Soetiono
  20 Januari 2021
  • Share :
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (Foto: ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/aww)

kabargolkar.com, JAKARTA - Pemerintah telah targetkan pertumbuhan ekonomi pada tahun 2021 sebesar 4,5-5,5%. Sejumlah indikator perbaikan mulai tampak pada triwulan III 2020 sehingga memberikan keyakinan bahwa trend pemulihan telah di mulai dan terus berlanjut pada tahun 2021.

Salah satu perbaikan yang ada adalah Indeks Manufaktur (PMI) yang meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Desember 2020 PMI Indonesia mencapai 51,3 atau berada pada tingkatan ekspansi khususnya arus impor barang modal dan bahan baku. Selain Indeks Manufaktur, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) meningkat dari 79 pada Oktober 2020 menjadi 92 pada November 2020.

Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian meyakini, target pertumbuhan ekonomi bisa tercapai meski pertumbuhan pada triwulan I-2021 di perkirakan akan lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun 2019. Hal ini tentu karena adanya wabah Covid19 yang menimpa negara kita sehingga Indonesia menerapkan pembatasan sosial untuk menyiasati dua hal krusial sekaligus, pemulihan kesehatan dan membangkitkan ekonomi.

"Mobilitas harus direm sedikit, kegiatan dibatasi, untuk mencegah peningkatan kasus. Fakta menunjukkan, setiap ada libur, kenaikan kasus bisa mencapai 30%. Pembatasan kegiatan ini menjadi momentum bagi pemerintah untuk reorganisasi," ujar Airlangga, Selasa, 19 Januari 2021 di Jakarta.

Airlangga melanjutkan, meski harus melakukan upaya pembatasan berupa "rem darurat" pada awal tahun 2021, tahun ini akan menjadi momentum titik balik akselerasi perekonomian Indonesia. Faktor-faktor yang akan menjadi pendorong akselerasi tersebut, antara lain, penguatan daya beli rumah tangga, reformasi investasi melalui UU Cipta Kerja, dan kenaikan harga komoditas yang menopang surplus perdagangan Indonesia.

Airlangga Hartarto juga mengatakan bahwa proses vaksinasi yang efektif diyakininya menjadi penentu perubahan yang positif bagi proses pemulihan ekonomi nasional. Pemerintah telah menyiapkan 426,8 juta dosis vaksin Covid19 untuk 182 juta rakyat Indonesia untuk mencapai skenario kekebalan kelompok atau herd immunity. Kebutuhan vaksin ini akan dipenuhi dengan pengadaan vaksin dari Sinovac, Novavax, Covaq/Gavi, AstraZeneca, Pfizer dan Moderna.

Komentar
Tulis Komentar
Kode Acak
Menyajikan berita terhangat dan terpercaya langsung melalui handphone anda
© 2020 Kabar Golkar. All Rights Reserved.