kabargolkar.com - Masyarakat Kota Pontianak telah melewati masa pesta demokrasi dan daro hasil hitungan cepat KPU Kota Pontianak dengan suara sekitar 50 persen yang masuk menunjukkan kalau pasangannya Edi Rusdi Kamtono-Bahasan unggul atas dua paslon lainnya, Harry Daya-Yandi serta Satarudin-Alfian Aminardi.
Hingga pukul 16.00 WIB, pasangan Edi-Bahasan meriah 61,03 persen dan Satar-Alfian meraih 19,98 persen dan Harry Daya-Yandi meraih 17,09 persen suara.
"Baik yang dilakukan oleh PKS maupun oleh tim pemenangan di posko pusat, kita mendapatkan suara terbanyak," ucap Edi Rusdi Kamtono saat diwawancarai, Kamis (28/6/2018).
Dijelaslannya berdasarkan data yang mereka dapatkan dari hasil hitungan cepat internal yang merupakan suara real dilapangan telah menunjukan kalau perolehan suara paslon nomor dia ini mencapai lebih 63 persenan.
Edi berharap pada para pendukung tidak perlu terlalu euforia berlebihan, namun ia mengatakan seluruh pendukung dan relawan untuk memanjatkan puji syukur atas kemenangan ini.
"Kita akan kawal suara ini sampai tingkat kecamatan dan KPU sampai dilakukan pleno. Kita kini menunggu keputusan KPU secara resmi," tambahnya.
Pendukung dan tim sukses sangat boleh saja menurut bergembira dengan perolehan kemenangan ini namun uang terutama adalah bagaiamana memunajatkan rasa syukur atas kepercayaan dan amanah yang telah diberikan oleh masyarakat.
Kemenangan yang diperolehnya menunjukan kalau masyarakat masih menginginkan dirinya sebagai pemimpin Pontianak dan melanjutkan pembangunan yang ada.
"Ini memperlihatkan kalau masyarakat Pontianak ingin pembangunan tetap dilanjutkan," pungkasnya.
Pasangan Edi-Bahasan diusung lima partai dan satu partai sebagai pendukung, atau sebanyak 20 kursi di DPRD Kota Pontianak, dengan rincian, Nasdem 6 kursi, Golkar 5 kursi, Gerindra 4 kursi, Demokrat 3 kursi, PKPI 2 kursi dan partai pendukung PKS tak memiliki kursi.
sumber berita