Kabar Golkar - DPRD Jatim mendorong agar Gubernur Soekarwo mengambil langkah-langkah strategis dalam mengantisipasi lonjakan kenaikan harga sebagai imbas keputusan PT Pertamina yang menaikkan Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi.
“Kami minta Gubernur segera mencari solusi atas permasalahan tersebut,” ungkap anggota Komisi B DPRD Jatim Mohammad Alimin di Surabaya, Rabu (4/7/2018).
Politisi asal Partai Golkar ini mengatakan pihaknya sangat cemas jika kenaikan BBM non subsidi tersebut tidak diimbangi upaya pemerintah untuk menekan kenaikan bahan pokok di Jatim.
“Tentunya urusan BBM ini akan menimbulkan gejolak di masyarakat. Saya yakin Gubernur mampu membuat kebijakan yang pro rakyat,” sambungnya.
Pria asal Tulungagung ini mengatakan sebenarnya pihaknya menyayangkan adanya kenaikan BBM non subsidi tersebut. Kenaikan BBM, kata Mohammad Alimin, belum pas diberlakukan mengingat perekonomian di Indonesia masih terpuruk.
“Kami berharap ditunda terlebih dahulu. Jangan sampai akan menambah angka kemiskinan di Indonesia meningkat gara-gara bahan pokok naik dampak dari kenaikan BBM tersebut,” jelasnya.
Sekedar diketahui, PT Pertamina (Persero) menaikkan harga BBM nonsubsidi. Diantaranya Pertamax naik Rp 800, dan Dexlite naik Rp 1000 liternya. Sedangkan untuk jenis BBM Pertalite, Premium, dan Solar tidak mengalami perubahan.
Â
Sumber : inikata.com