Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
Berikut Instruksi Praktik Menpora kepada Panitia FIBA ​​​​Asia Cup 2021
  Nyoman Suardhika   08 Juli 2021
Credit / Kemenpora
dukungan dari kementerian yang lainnya,” paparnya.

Selain itu, Junas melaporkan bahwa pada tanggal 15 Juli nanti aka nada kegiatan Draw Ceremony, kegiatan ini akan dilakukan secara full virtual.

“Jadi tidak ada tamu, bahkan dari FIBA kita sudah sampaikan dengan kondisi seperti ini tidak ada yang hadir ke Indonesia, dilakukan secara hybrid atau online. Tetapi kegiatan ini juga disaksikan seluruh negara peserta 16 negara, media-media dan audience seperti saat peluncuran logo kemarin bahkan lebih besar,” ungkapnya.

Junas pun berharap kepada Kemenpora agar agar dapat menfasilitasi pertemuan lintas kementerian sehingga persiapan FIBA Asia Cup berjalan lancar terlebih di tengah situasi pandemic COVID-19.

“Kami mohon arahan dari Pak Menpora untuk bagaimana kita bisa membuat suatu permintaan dukungan atau arahan kepada pihak-pihak supaya nanti apabila berjalannya FIBA Asia ini tidak menjadi suatu yang kontradiktif,” pintanya.

Sementara itu, Menpora Amali pada kesempatan ini mengingatkan agar kontingen dari Negara lain benar-benar sudah divaksin saat tiba di Indonesia. Dia pun meminta kepada panitia agar berkomunikasi dengan Negara tersebut supaya memprioritaskan para atlet timnas basket yang ikut FIBA Asia Cup di Indonesia.

“Semua negara peserta itu ditekankan lagi, paling tidak untuk tim nasionalnya yang akan berangkat agar mereka sudah divaksin. Sama dengan apa yang kita lakukan. Jadi jangan sampai itu malah jadi ngerepotin kita di sini,” katanya.

Menurutnya, tidak alasan bagi negara tersebut untuk tidak menvaksin mereka, sebab Indonesia saja bisa memprioritaskan vaksin atletnya yang ke Olimpiade Tokyo 2021.

“Saya kira seluruh negara sudah sudah apa namanya sudah menjalankan program vaksin ya cuma memang belum segencar di beberapa negara. Saya kira kalau untuk cuman berapa sih 20 orang, 30 orang seluruh kontingen kan itu bisa diprioritaskan,” tegasnya.

Menpora Amali juga berpesa kepada panitia agar menerapkan sistem bubble dan menjaga betul protokol kesehatan karena pandemi COVID-19 belum berkahir.“Sistim buble dipertahankan, kita harus ketat betul, panitia harus minta komitmen FIBA,” harapnya.

Menurut Menpora Amali, hal yang juga harus diterapkan seperti Olimpiade 2021 di Tokyo dimana atlet dan pelatih ditempatkan di wisma atau camp atletnya. Sementara para tamu NOC di hotel dan tidak bisa saling mengunjungi.

“Jadi hanya dari hotel ke venue, tempat latihan atau tempat pertandingan itu saja. Ini harus kita ketat, kita harus dari awal peraturan dari panitia disampaikan bahwa kalau ada orang keluar dari area bubble itu, itu berarti dia harus kita perlakukan apa itu loh,” katanya.

Bahkan, Menpora meminta agar dilakukan seperti saat IBL beberapa waktu lalu yang dilaksanakan di Cisarua dan Kelapa Gading.“Jadi saya kira sistim itu, tidak boleh ketat jadi buble betul. Sebab, sekali kita tidak ketat, sekali kita ada toleransi itu bisa akhirnya orang jadi ikut-ikutan dan itu kelemahan kita. Tapi saya kira kita bisa kan sudah IBL kemarin kan sudah sukses untuk itu,” jelasnya.

Menpora meminta panitia agar tidak takut mempromosikan kegiatan ini karena takut dibully, namun bila dilakukan dengan prokes yang ketat dan disiplin kegiatan ini nantinya bisa menjadi hiburan masyarakat. Apalagi setelah dilakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat ini.“Saya berharap kegiatan ini membuat orang agak kendor sedikit dari stresnya karena PPKM dan lain sebagainya ini,” ujarnya.

Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.