Kabargolkar.com - Bupati Maybrat Bernard Sagrim mendukung penuh kebijakan yang dilakukan pemerintah pusat dalam penanganan COVID-19. Salah satunya dengan meminta bantuan kepada negara lain agar Indonesia terbebas dari serbuan varian delta Covid-19 .
"Saya sebagai Bupati Maybrat dan warga negara Indonesia mendukung penuh pemerintah pusat yang disampaikan oleh Pak Menko Maritim Pak Luhut Binsar Pandjaitan telah melobi Singapura dan China dalam rangka membantu Indonesia agar bisa terbebas dari COVID-19. Langkah ini saya rasa tepat," katanya.
Menurutnya, pada prinsipnya, keselamatan manusia adalah yang paling tertinggi. Karena itu, semua pemangku kepentingan di negara ini harus berkolaborasi, berkomitmen menyatukan dan merumuskan kebijakan terkait permasalahan yang terjadi saat ini.
"Saya sangat mendukung karena dalam situasi pandemi sekarang ini kejadian luar biasa bukan biasa-biasa. Pikiran soal bantuan dari negara ideologi tertentu yang oleh adik-adik mahasiswa ini saya pikir ditanggalkan dulu, kita utamakan persoalan kemanusiaan keselamatan warga negara Indonesia. Itu yang tertinggi menurut saya sehingga kita harus kasi dukungan kepada bapak Presiden, maupun bapak Menko," ujarnya.
Ia juga meminta kepada para mahasiswa untuk tidak semata-mata mengkritik bantuan dari luar negeri. Sebab membangun tidak semudah yang dipikirkan. Dalam situasi normal, semua hal masih bisa dilakukan sesuai arah kebijakan dan visi misi secara nasional dan daerah. Tapi dalam kondisi pandemi COVID-19, semua hal bergeser.
"Siapa yang pernah menyangka kita diterpa pandemi COVID-19. Ini bukan hanya Indonesia tapi seluruh negara tanpa terkecuali. Oleh karena itu situasi luar biasa ini membutuhkan kebijakan yang luar biasa juga di luar visi misi seperti Nawacita," jelasnya.
Ia melanjutkan soal adanya kerjasama antara Indonesia dengan China, konstitusi tidak melarang. Terlepas dengan dasar negara China, Indonesia sudah final berpegang pada Pancasila.
"Muaranya kan membangun rakyat dan membangun manusia. Tinggalkan pemahaman kita terhadap ideologi yang sempit. Doktrinnya berlaku di negaranya, tapi untuk keselamatan dan berkolaborasi untuk pembangunan ada kerja sama," katanya.
Menurutnya, semua upaya yang dilakukan pemerintah tepat. Meskipun ia akui di daerahnya, masyarakat ribut karena mempertanyakan visi misinya yang tak berjalan. Misalnya pembangunan jalan atau asrama mahasiswa.
Ia menyebut saat ini kondisinya bergantung pada pemerintah. Karena itu ia mengajak pada masyarakat dan mahasiswa untuk mendukung pemerintah pusat. Sebab ada hal yang penting bagi keselamatan manusia.
"Karena semua sumber daya yang ada di Indonesia sudah dicoba melalui kebijakan Pak Presiden," katanya.
Katanya, bukan saja negara China dan Singapura. Bahkan silahkan saja jika Rusia dan negara bagian luar yang ingin membantu bangsa Indonesia dalam menyelesaikan COVID-19.
"Kita mendukung demi keselamatan jutaan rakyat Indonesia. Kalau memang negara luar membantu, ini ibarat kapal kita di laut lepas dan memberi signal untuk minta bantuan dan kebetulan yang menangkap signal kita kapal China dan Singapura. Mereka pun mendekat karena mereka mengutamakan kemanusian, merespon cepat beri bantuan," katanya.