
KabarGolkar.com - Loyalitas Partai Golkar untuk tetap mendukung Joko Widodo di Pilpres 2019 tengah menjadi sorotan. Hal ini terjadi usai safari politik yang dilakukan oleh sang Ketum Airlangga Hartarto.
Airlangga bertemu dengan Ketum PKB Muhaimin Iskandar. Usai pertemuan, Muhaimin mengungkap akan kembali menggelar diskusi dengan Airlangga jika keduanya tak terpilih jadi Cawapres Jokowi. Hal ini mengundang spekulasi.
Selanjutnya, Airlangga bertemu Ketum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Wacana poros ketiga pun muncul usai momen tersebut. Meskipun, Airlangga sudah menegaskan bahwa dukungan Golkar untuk Jokowi sudah final.
Lalu, seberapa besar pengaruh dukungan Golkar buat Jokowi?
Pengamat Politik dari Universitas Pelita Harapan, Emrus Sihombing menilai, dari sisi politik, Partai Golkar memiliki nilai tawar tinggi untuk mendapatkan Cawapres. Sebab, dari hitungan kursi, Golkar paling besar setelah PDIP.
Suara di parlemen, kata Emrus, tak bisa dianggap remeh. Di sistem pemerintahan saat ini, parlemen sangat menentukan keputusan politik. Oleh sebab itu, Jokowi menurut dia, sangat membutuhkan Golkar.
"Andaikan nanti menang dukungan politik dari parlemen itu sangat diperlukan karena setelah reformasi bahwa kekuatan pengaruh parlemen lebih kuat dibanding sebelum reformasi," kata Emrus dalam pesan singkat, Jumat (13/7).
"Banyak kebijakan-kebijakan atau katakanlah pembuatan APBN, pengangkatan duta besar dan lain sebagainya banyak harus melalui persetujuan di DPR. Artinya bahwa kekuatan politik di DPR sangat dibutuhkan oleh Presiden, siapapun presidennya termasuk Jokowi. Sehingga dukungan dari Golkar suatu yang penting," tambah dia.
Posisi Golkar, kata Emrus, juga amat penting untuk memenangkan pertarungan di Pilpres 2019. Terlebih, Golkar bisa mengerahkan semua anggota DPR dan DPRD-nya untuk memenangkan capres yang diusung.
"Bagaiamana pun anggota DPR dari Golkar itu kan punya dapil-dapil. Nah anggota-anggota DPR ini bisa turun ke bawah untuk menggerakkan dapilnya, konstituennya, pemilihnya, untuk memilih," jelas dia.
Karena itulah, Emrus mengatakan, dukungan Golkar untuk Jokowi sangat strategis. Dukungan Golkar untuk Jokowi tak bisa dianggap remeh, karena memiliki massa yang real di lapangan.
Bukan cuma itu, Golkar juga memiliki banyak kepala daerah. Hal itu amat mempengaruhi pemenangan seorang calon presiden dan calon wakil presiden di Pilpres.
"(kepala daerah) Bagaimanapun akan menggerakkan konstituen di daerah untuk mendukung calon Presiden yang didukung partainya," tutup Emrus. [
Sumber]