"Pasca pandemi Covid-19, pariwisata Danau Toba akan segera bangkit. Danau Toba adalah destinasi wisata berkelas dunia yang sangat potensial untuk dikembangkan. Sejak pertengahan tahun 2019, Danau Toba telah ditetapkan sebagai salah satu dari lima kawasan destinasi wisata yang mendapat prioritas untuk dikembangkan melalui program Percepatan Pembangunan Destinasi Pariwisata Super Prioritas, selain Candi Borobudur, Likupang, Mandalika, dan Labuan Bajo," terang Bamsoet.
Ketua Umum Pengurus Besar Keluarga Olahraga Tarung Derajat ini menekankan, selain pembangunan infrastruktur dan pengembangan investasi, upaya percepatan pembangunan destinasi wisata Danau Toba juga membutuhkan langkah-langkah terobosan, kreasi dan inovasi. Disinilah pentingnya menyiapkan ketersediaan dukungan sumberdaya manusia yang kompeten dan berkualitas, agar dapat mengoptimalkan segala potensi yang dimiliki Danau Toba.
"Kaldera Danau Toba sebagai Global Geopark memiliki tiga aspek keragaman yang unik dan saling berkaitan satu sama lain, yaitu keragaman geografis, keragaman hayati, dan keragaman budaya. Ini adalah sebuah daya tarik dan nilai jual yang dapat kita optimalkan untuk menarik wisatawan, baik domestik maupun mancanegara," pungkas Bamsoet.