Kabargolkar.com - Majelis Ahlul Hidayah (Majelis AH) mengadakan acara “Indonesia Bersholawat”
malam ini Sabtu (14/8/2021).
Rencananya acara akan dihadiri Ketua Umum DPP Partai Golkar yang juga Mustasyar Aam Majelis AH, Airlangga Hartarto, dan Pimpinan Majelis AH, Nusron Wahid. Acara akan dihadiri pula Habib Syech serta sejumlah kiai dan habib.
"Indonesia Bersholawat ini dalam rangka memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia dan sekaligus tahun baru Islam 1443 Hijriyah. Kita bermunajat dan bermuhasabah agar segera bisa merdeka dari pandemi Covid-19," kata Nusron Wahid.
Anggota Komisi VI DPR itu mengatakan alasan Indonesia Bersholawat digelar jelang perayaan HUT ke-76 RI dan mengambil tema “Merdeka dan Hijrah dari Covid-19”.
Politisi Golkar itu mengatakan, esensi dari kemerdekaan adalah membebaskan Indonesia dari berbagai penderitaan, kesusahan, dan juga kemiskinan. Pada saat yang bersamaan, peringatan 76 tahun Indonesia Merdeka selang beberapa hari dengan Tahun Baru Islam.
Majelis AH, kata Nusron, ingin menyampaikan pesan bahwa selain merdeka dari segala penderitaan, seluruh elemen bangsa harus hijrah meninggalkan pandemi yang sudah mengubah berbagai struktur politik dan ekonomi bangsa Indonesia bahkan dunia.
"Esensi kemerdekaan adalah membebaskan Indonesia dari segala penderitaan, termasuk kemiskinan. Sekaligus, hijrah meninggalkan Covid-19. Semoga kita bisa hijrah menuju kebangkitan, menuju Indonesia yang sehat, dan menciptakan kesejahteraan," ujar mantan Ketua Umum Gerakan Pemuda (GP) Ansor itu.
Lebih lanjut, Nusron juga menjelaskan, momentum Tahun Baru Islam adalah waktu yang tepat bagi umat Islam untuk melakukan muhasabah (evaluasi) secara kolektif. Wakil Rois Syuriah PWNU DKI Jakarta ini mengatakan, setiap umat Islam harus saling mengkoreksi diri apakah selama ini sudah menjalani kehidupan berbangsa dan bermasyarakat dengan lebih baik dari masa sebelumnya.
Dengan muhasabah, diutarakan Nusron, Majelis AH ingin menyerukan kepada seluruh umat Islam di Indonesia bahwa perbaikan diri harus dilakukan secara kolektif.
"Apakah yang kita lakukan pada saat ini lebih baik atau tidak dengan masa sebelumnya. Kita menginginkan saat ini harus lebih baik daripada masa lalu," kata Nusron.
Tak hanya itu, Nusron mengungkapkan, keberadaan Majelis AH juga berkomitmen ingin mengimplementasikan seluruh gagasan Airlanga Hartarto tentang visi keumatan. Secara khusus, Nusron menekankan tentang keberpihakannya terhadap umat Islam.
Salah satu langkah yang dilakukan Majelis AH adalah mendekatkan Mustasyar Aam Majelis AH itu dengan para kiai dan ulama. Tujuannya untuk menyerap segala masukan, nasihat. dan harapan dari simpul-simpul kemasyarakatan di akar rumput.
Terlebih, selain menjabat Menko Perekonomian, Nusron mengatakan, Airlangga juga diberi tugas oleh Presiden Joko Widodo sebagai Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN).
Ketua Umum Golkar itu, ujar Nusron, sangat menyadari masukan pihak lain, seperti ulama, sangat diperlukan. Sebab, menanggulangi wabah Covid-19 tidak mungkin bisa diselesaikan sendirian oleh pemerintah.
"Visi keumatan itu harus diimplementasikan dengan mendekatkan Pak Airlangga dengan kiai, ulama. Menyerap harapan kiai, ulama, dan habib untuk mengatasi pandemi Covid-19," ujar tokoh muda NU ini.
Acara “Indonesia Bersholawat” yang dihadiri Airlangga Hartarto dan Nusron Wahid berlangsung di kediaman Habib Syech dan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat