Kabar Golkar - Indonesia pernah dikenal sebagai negara agraris yang mampu berswasembada pangan. Namun demikian, hal tersebut kini tinggal kenangan. Bahkan kalangan generasi muda tidak lagi menganggap pertanian sebagai bidang yang pantas untuk digeluti.
Fungsionaris Partai Golkar Wirendra Tjakrawerdaja mengaku prihatin dengan anggapan generasi milenial yang melihat pertanian hanya terfokus pada masalah petani dan padi. Padahal cakupan pertanian luar biasa besar. Lantaran mencakup soal perkebunan, peternakan, hingga perikanan.
Untuk itu dia berharap agar generasi muda mulai mengubah mindset tentang dunia pertanian. Generasi muda mau peduli dan menggeluti bidang yang dulu menjadi andalan Indonesia itu.
"Bukankah mayoritas masyarakat hidup di sektor pertanian? saya pikir pola pikir generasi muda sekarang harus diubah tentang pertanian," ujar Wirendra dalam keterangan tertulisnya, Selada (24/7).
Selain itu, Wirendra menyebut bahwa partai memiliki peran penting dalam menggaungkan dan meningkatkan animo masyarakat dalam dunia pertanian.
Dia berharap, pada Pemilu 2019 mendatang, Partai Golkar bisa menjadi partai yang merepresentasikan kaum tani.
“Partai Golkar harus lebih intens untuk menangani persoalan pertanian. Karena ketahanan pangan nasional adalah faktor penting dalam hal ketahanan nasional,” lanjut caleg Partai Golkar dari Dapil Jateng 8 (Cilacap dan Banyumas) ini.
Indonesia, sambungnya, harus bisa swasembada pangan di berbabgai komoditas pada beberapa tahun ke depan. Apalagi, kini pemerintah cukup sukses meningkatkan produktivitas beras dan komoditi hortikultura, seperti bawang putih hingga bawang merah.
"Kabar baiknya, perlahan-lahan mulai bisa ekspor. Itu artinya terjadi surplus untuk beberapa komoditas. Ini wajib kita pertahankan dan tingkatkan," pungkasnya
Â
Sumber : rmol.com