28 Oktober 2020
Sejarah Singkat Pertanian Indonesia Mulai Sistem Pajak, Tanam Paksa, Hukum Kolonial, Pupuk Kimia, Pestisida, Organik Hingga Wacana Pertanian Ekologis
  Nyoman Suardhika
  28 September 2020
  • Share :
Credit Photo / Istimewa

Oleh : Tonny Saritua Porba

Kabargolkar.com - 
Tahun 1811 Diberlakukannya Sistem pajak tanah yang dikenalkan oleh Raffles. 

Tahun 1830 Tanam paksa yang dilakukan oleh Gubernur Jenderal Johannes van den Bosch mewajibkan setiap Desa harus menyisihkan sebagian tanahnya sebesar 20% untuk ditanami komoditi ekspor khususnya kopi, tebu dan nila. 

Tahun 1870 Lahirnya hukum agraria kolonial yang tertuang dalam Agrarische Wet 1870. Dampak dari hukum kolonial terhadap rakyat tani Indonesia, hanya menghadirkan sejarah kelam kemelaratan, kemiskinan, keterbelakangan dan penindasan. 

Tahun 1890 Dimulainya Politik Etnik yaitu mulai diterapkan pelayanan kesehatan umum yang lebih baik, memperluas kesempatan menempuh pendidikan, serta memberikan otonomi desa yang lebih besar.

Tahun 1918 Berdiri Balai Besar Penyelidikan Pertanian

Tahun 1943 Berganti nama menjadi Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian.

Tahun 1960 Waktu lahirnya UU No. 5/1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-pokok Agraria (UUPA) yaitu tanggal 24 September 1960. Kelahiran UUPA melalui proses panjang, memakan waktu 12 tahun. Dimulai dari pembentukan Panitia Agraria Yogya (1948), hingga Rancangan Sadjarwo (1960), akhirnya digodok dan diterima bulat Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong (DPR-GR), yang kala itu dipimpin Haji Zainul Arifin.

Era Orde Baru tahun 1974  Dibentuk Badan Litbang Pertanian. Sebagai pusat penelitian permasalahan yang berkaitan dengan pertanian, kehutanan, pangan, ternak semua hal yang berkaitan dengan argo-ekonomi.

Tahun 1980 Waktu berdirinya Departemen Koperasi secara khusus, untuk membantu golongan petani lemah di luar Jawa dan Bali untuk membangun usaha tani berskala lebih besar.

Tahun 1983 Berdasarkan Kepres No. 24 tahun 1983, terjadi reorganisasi di Badan Litbang Pertanian.

Tahun 1993 Sesuai dengan Keppres No. 83 tahun 1993 dibentuk Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) dan Loka Pengkajian Teknologi Pertanian (LPTP) yang tersebar di seluruh propinsi di Indonesia. 

Era Reformasi tahun 1998 Pada era ini rakyat sudah kehilangan kepercayaan kepada pemerintahan, meski tidak semuanya, tapi mendominasi. Dampak yang ditimbulkannya sangatlah besar. Kegiatan-kegiatan penyuluhan dan intensifikasi pertanian melambat. Dampak yang ditimbulkannya adalah rendahnya produktivitas pertanian tanaman pangan dan hortikultura. 

Tahun 2005 Muncul rencana Pemerintah dalam melakukan revitalisasi pertanian di Indonesia. Hal ini ditindak lanjuti dengan UU No.16 Tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Peternakan dan Kehutanan. Kemudian ditindaklanjuti dengan Peraturan Menteri Pertanian No.273 Tahun 2007 terkait tentang penjabaran Penyuluhan Pertanian.

Konsentrasi peningkatan produksi dan produktivitas komoditas pertanian ini mengantarkan Indonesia mencapai swa sembada beras ke 2 pada tahun 2008. Hal ini ditunjang dengan penambahan tanaga penyuluh pertanian melalui Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian (THL TBPP). 

Tahun 2010 Pertanian di Indonesia mengarah kepada pertanian organik. Pada awalnya pada tahun ini dicanangkan program pertanian organik, karena banyak hal tentang kekurangsiapan para petani di Indonesia menjadikan rencana pertanian organik diundur sampai 2014. 

Tahun 2010 Penggunaan pupuk kimia sudah mulai dikurangi dan pertanian organik mulai digalakkan di beberapa daerah.

Semoga untuk ke depannya Pemerintah bisa membuat sejarah baru dengan menerapkan sistem pertanian yang berkelanjutan dan saling terintegrasi ada prinsip ekologis di dalamnya.


Tonny Saritua Purba :(Penyuluh Swadaya Petani Padi Indonesia, Fungsionaris DPD Golkar Kota Bogor)

Komentar
Tulis Komentar
Kode Acak
Menyajikan berita terhangat dan terpercaya langsung melalui handphone anda
© 2020 Kabar Golkar. All Rights Reserved.