Pembagian kue apem dilakukan sejak mendiang Ki Ageng Gribig hidup dan sepulang dari Mekah. Kala itu itu, karena oleh-oleh yang dibawa dari Mekah tidak cukup untuk dibagikan kepada amasyarakat, Kiai yang juga dikenal Syaikh Maulana Magribi itu meminta istrinya untuk membuat kue dengan sebutan apem. Kata Apem diyakini berasal dari saduran bahasa Arab, Affan, yang artinya memohon ampunan kepada Allah SWT. (beritasatu.com)