Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
Ketua DPD Golkar Jabar Mengimbau Ke Caleg Untuk Fokus Hadapi Pileg Ketimbang Urus Pilpres
  Kabar Golkar   14 Agustus 2018
[caption id="attachment_10035" align="aligncenter" width="700"] Ketua DPD Golkar Jawa Barat menerima pertanyaan wartawan di pendopo Kabupaten Purwakarta. (Photo/TibunnKupang)[/caption] Kabargolkar.com, Purwakarta - Ketua DPD Golkar Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengimbau setiap caleg dari Partai Golkar tidak boleh mendompleng popularitas capres dan cawapres. Sebaliknya, kata Dedi, para calon anggota parlemen itu harus memiliki gagasan dan ide original untuk disampaikan kepada konstituen sehingga mereka tertarik untuk memilihnya. Imbauan Dedi agar caleg tak membonceng popularitas capres karena setiap daerah pemilihan memiliki kebutuhan berbeda, sehingga tidak sejalur dengan isu pilpres. “Proses pengusungan capres dan cawapres kan sudah selesai. Berikutnya, kita fokus pada visi dan misi kepartaian untuk berkarya di parlemen. Para caleg harus memiliki gagasan dan ide personal yang original,” kata Dedi kepada Kompas.com di Purwakarta, Senin (13/8/2018). Soal gagasan original, calon anggota DPR RI dari Partai Golkar Dapil Jabar VII menjelaskan bahwa setiap caleg harus melakukan analisis kebutuhan konstituen. Lalu diarikan solusi atau jawaban atas setiap kebutuhan tersebut. Misalnya, kata dedi, pembangunan irigasi dan peningkatan kesejahteraan buruh. Kemudian ada unit kesehatan gratis yang siap membantu warga. Lalu, ada beasiswa untuk hafidz Quran. "Saya kira ini solusi atas kebutuhan itu, tugas anggota parlemen mendorongnya agar masuk APBN,” katanya. Terkait isu pilpres, Dedi mengatakan, berdasarkan analisis pengamat, tidak terlalu menguntungkan bagi Golkar. Sebab, sosok yang bertarung pada Pilpres 2019 bukanlah kader Golkar. Justru, yang diuntungkan dari pilpres ini adalah partai lain. “Kalau melihat partai mana yang diuntungkan saya kira Gerindra paling diuntungkan. Karena Pak Prabowo dan Pak Sandiaga berasal dari Gerindra. Kemudian, PKB dan PPP diuntungkan dengan sosok Kiai Ma’ruf. Ini kata pengamat ya bukan kata saya,” ujarnya. Oleh karena itu, lanjut Dedi, hal ini membuat Partai Golkar harus lebih bekerja keras. Golkar harus mencari formula baru di pileg karena ketiadaan sosok pendongkrak elektoral. Golkar, menurut dia, harus sudah cerdas untuk masalah ini. “Golkar harus tampil cerdas, salah satu caranya menampilkan gagasan dan ide calegnya sebagai solusi. Nantinya, efek elektoral akan dengan sendirinya lahir dari para caleg yang rata-rata tokoh berpengaruh di dapilnya. Jangan sampai keriuhan pileg tenggelam oleh pilpres,” ucapnya. [Kokom]
Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.