Disamping itu, Jokowi berbicara terkait dengan teknologi. Kedepan, kata Jokowi semua akan dilakukan secara virtual atau metaverse, misalnya akan muncul restoran virtual, kantor virtual, wisata virtual, mall virtual. Sehingga dia berharap NU dapat menyikapinya dan ikut berperan dalam membangun peradaban di era digital.
“Apapun kedepan yang namanya teknologi harus, mau tidak mau kita harus masuk ke sana. Karena kita ingin teknologi ini maslahat bagi umat, maslahat bagi masyarakat, maslahat bagi rakyat jangan sampai ini malah merusak membuat hal-hal yang negatif bagi rakyat kita,” pesannya.
Sementara itu, Ketua Umum PB NU, Said Aqil Siradj mengingatkan bahwa agama dan nasionalisme tidak bisa dipertentangkan. Dan hal itulah wasiat pendiri NU Hasyim Asy'ari.
“Nasionalisme dan agama adalah dua kutub yang saling menguatkan. Keduanya jangan dipertentangkan demikian pusaka wasiat dari hadrattus syekh Hasyim Asy'ari yang diaminkan dan disuarakan ulama pesantren,” ujarnya.