Dedi Mulyadi Dorong Golkar Untuk lebih Kreatif Supaya Tidak Terlihat Terlalu Pendiam
[caption id="attachment_10340" align="aligncenter" width="1280"]
Ketua DPD Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi Mengunjungi salah satu Mesjid di purwakarta, senin (27/8/2018). (Photo/Jabarnews)[/caption]
Kabargolkar.com, Purwakarta - Menanggapi adanya isu perpecahan di tubuh Partai Golkar, Ketua DPD I Partai Golkar Jawa Barat, Dedi Mulyadi membantah isu tersebut.
Menurut Dedi, di partai berlambang pohon beringin itu tidak ada perpecahan seperti yang akhir-akhir ini menjadi pemberitaan di media massa.
Hal itu disampaikan Dedi saat ditemui di sebuah rumah makan di Ciganea, Jatiluhur, Purwakarta, Senin (27/8/2018).
"Perpecahan di Golkar ? Sebenarnya di Golkar tidak ada perpecahan, dinamika berpikir di Golkar adalah hal yang biasa terjadi," kata Dedi Mulyadi.
Dedi mengatakan, Golkar tetap berkomitmen mendukung sepenuhnya pasangan calon presiden dan calon wakil presiden, Joko Widodo-Ma'ruf Amin.
Namun kata Dedi, partai yang kini dipimpin oleh Airlangga Hartarto itu harus mempunyai langkah lebih kreatif, tidak melulu mendongkrak isu pilpres 2019.
"Harus bisa meraih berbagai macam pemilih dengan keanekaragaman keinginannya. Merespon berbagai persoalan kebangsaan yang terjadi, sehingga Golkar tidak terlihat terlalu pendiam," ujarnya.
Menurut mantan Bupati Purwakarta itu, diamnya Golkar dalam arus isu Pilpres 2019 tidak akan berdampak besar terhadap partai.
Malah, kata Dedi, jika terus seperti itu, partai besar seperti Golkar akan ditinggalkan pemilihnya setelah selesai pemilu.
Oleh karena itu, meski tetap berkomitmen mendukung Jokowi kembali memimpin Indonesia, partainya harus bisa bermanuver politik untuk meraih elektabilitas dari masyarakat.
"Yang harus dicermati hari ini adalah persoalan salah satu lembaga survei merilis soal kondisi Golkar yang hanya meraih 7,8 persen suara, itulah yang harus ditanggapi secara serius," kata Dedi. [
Tri]
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â