Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila dan Wakil Ketua Umum FKPPI/Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini berharap berbagai capaian prestasi yang telah diraih tidak membuat KODRAT Provinsi Bali menjadi lengah dan cepat berpuas diri. Karena pada saat yang bersamaan, KODRAT dari berbagai provinsi lain juga sedang berbenah dan meningkatkan kemampuan para atlit untuk menyongsong POPNAS XVI tahun 2023 di Sumatera Selatan dan Kepulauan Bangka Belitung, serta PON XXI tahun 2024 di Aceh dan Sumatera Utara.
"Semakin ketatnya kompetisi ini tentunya menjadi hal positif untuk meningkatkan standar kompetensi atlit. Sekaligus menjadi pelecut semangat bagi setiap atlit untuk terus giat berlatih dan meningkatkan kemampuan diri. Ujian kenaikan tingkat yang telah diselenggarakan adalah bagian dari upaya kita untuk meningkatkan kemampuan dan kompetensi atlit," urai Bamsoet.
Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) ini menjelaskan, setidaknya ada tiga langkah yang bisa dilakukan untuk meningkatkan prestasi atlit Tarung Derajat. Pertama, dilakukan penjaringan dan pembinaan atlit berprestasi sejak dini. Kedua, pemberian jam terbang dan ajang kompetisi yang memadai. Ketiga, adanya dukungan dan keberpihakan dari Pemerintah dan KONI, baik di tingkat pusat maupun daerah, selaku institusi yang bertugas mengelola, membina, dan mengembangkan olahraga prestasi.
"Saya berharap di tengah derasnya arus globalisasi yang berpotensi mengikis nilai-nilai budaya dan kearifan lokal kita, kita akan tetap mampu menjaga dan melestarikan olahraga Tarung Derajat. Baik sebagai seni bela diri asli Indonesia, maupun sebagai cabang olahraga yang potensial untuk kita kembangkan di level nasional, regional, hingga internasional," pungkas Bamsoet.