Ustadz Abdul Somad. (Photo/Okezone)[/caption]
Kabargolkar.com, Purwakarta - Ustaz Abdul Somad (UAS) membatalkan rangkaian tausiyah di sejumlah daerah di Jawa Tengah dan Jawa Timur karena dugaan ancaman dan intimidasi. Gerakan Aswaja Malang Raya (Gamal) selaku pengundang UAS dan panitia acara tausiyah memastikan tak ada penolakan di Malang.
Bukan rencana di Malang saja beberapa hari kemarin, di Jepara juga mendapatkan penolakan dari ormas kepemudaan dan kemahasiswaan, merakyat aksi sepihak menolak kehadiran UAS berceramah ini, ketua DPD Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan komentar di laman akun Facebooknya, Selasa (4/9/2018).
" Penolakan kehadiran Ustadz Abdul Shomad di beberapa daerah merupakan ironi di tengah negara demokrasi. Seharusnya, asas plural menjadi pijakan semua pihak dalam bertindak di Indonesia ini." ujar Dedi mulyadi
lebih lanjut, ketua DPD Golkar Jawa Barat itu, juga menghimbau kepada setiap lapisan masyarakat, baik ormas maupun segala pemangku kepentingan dalam khazanah demokrasi tetap mengutamakan nilai nilai pluralitas dalam keragaman. Perbedaan pendapat yang berkembang sudah selayaknya dibawa ke dalam forum-forum dan majelis-majelis keilmuan bukan dijadikan justifikasi untuk melakukan persekusi
" Ceramah keagamaan merupakan salah satu kegiatan umum yang dilindungi aturan perundangan. Demokrasi harus menjadi prinsip yang memperkaya khazanah hidup berbangsa itu. Termasuk, kebebasan menyatakan pendapat di muka umum." demikian Dedi Mulyadi dalam status di Wall FBnya. (Sumarsono)
Â