11 Agustus 2020
Rupiah Terus Melemah, Golkar Minta Masyarakat Tetap Tenang
  Administrator
  07 September 2018
  • Share :
[caption id="attachment_10891" align="aligncenter" width="778"] Bambang Soesatyo (Foto: Lamhot Aritonang/detik)[/caption] kabargolkar.com - Ketua DPR RI yang juga politisi senior Partai Golkar, Bambang Soesatyo menghimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak panik dan percaya bahwa pemerintah tidak tinggal diam terkait semakin melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Data Bank Indonesia (BI), Kamis (6/9), nilai tukar rupiah sudah mencapai Rp 15.000 per dolar AS. “Pemerintah bersama dunia usaha termasuk Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia tengah berusaha mencari sulusi,” kata Bambang. Seperti halnya Turki, Argentina dan Afrika Selatan, kata politisi senior Partai Golkar tersebut dalam keterangannya kepada awak media melalui WhatsApp (WA), juga mengalami hal yang sama. “Ini saatnya kita tunjukan kepedulian kepada negara. Mari kita bergandengan tangan untuk mengatasi pelemahan rupiah. Jauhkan dari sikap mengambil kesempatan dalam kesempitan dengan mengambil untung di tengah-tengah kesulitan bangsa,” pinta laki-laki yang akrab disapa Bamsoet itu. Wakil rakyat dari Dapil Provinsi Jawa Tengah VII tersebut minta Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sebagai otoritas fiskal dan Bank Indonesia (BI) selaku otoritas moneter lebih kreatif melancarkan jurus-jurus yang tepat dalam menghadapi pelemahan rupiah. Misalnya, lanjut Bamsoet, dengan melakukan akselerasi APBN semaksimal mungkin, karena saat ini APBN merupakan sumber penting dalam memutar ekonomi nasional. Selain itu juga perlunya kemudahan akses ke institusi keuangan, khususnya perbankan. Kebijakan kredit tanpa jaminan harus di perluas untuk sektor-sektor produktif Usaha Kecil Menengah (UKM). Selain itu juga perlu dilakukan perluasan Bantuan Tunai Langsung (BTL), untuk menyangga daya beli rakyat yang tergerus karena menurunnya penerimaan rumah tangga saat harga kebutuhan pokok terus melonjak. Bamsoet juga mengingatkan pemerintah untuk mendorong percepatan proyek-proyek padat karya agar dapat menyerap tenaga kerja di daerah. “Selain itu juga perlu memberikan insentif atau pengurangan pajak terhadap barang-barang dan produk tertentu agar Indonesia bisa menjadi sorga belanja bagi turis manca negara.” Terkait adanya sektor industri mulai terkena dampak akibat biaya produksi naik terutama industri menggunakan bahan baku impor, Bamsoet mendorong Komisi XI DPR meminta Kemenkeu, BI dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan sanksi tegas kepada spekulan dolar yang mengambil untung saat nilai tukar rupiah melemah. Komisi III dan XI DPR RI perlu pula meminta Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Kemenkeu, BI, dan OJK mengungkap jaringan spekulan dolar dan mempersempit gerak spekulan dolar, guna mencegah terjadinya krisis keuangan. DPR melalui Komisi VI perlu meminta Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) untuk menekankan para pelaku usaha agar menggunakan barang baku produksi dalam negeri sebanyak mungkin dalam memproduksi barang. “Kementerian Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (Kemenkop UMKM), Kemenperin dan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) perlu pula memberikan kemudahan modal untuk penguatan investasi bagi pelaku usaha penghasil bahan baku, agar mampu bertahan,” demikian Bambang Soesatyo. sumber berita
Komentar
Tulis Komentar
Kode Acak
Menyajikan berita terhangat dan terpercaya langsung melalui handphone anda
© 2020 Kabar Golkar. All Rights Reserved.