[caption id="attachment_11034" align="aligncenter" width="636"]
Wasekjen DPP Partai Golkar Samsul Hidayat[/caption]
kabargolkar.com - Wasekjen DPP Partai GOLKAR Samsul Hidayat menyayangkan tanggapan Ketua Umum Jaringan Kemandirian Nasional (JAMAN), rekan-rekan PROJO dan Adian Napitupulu terhadap Maman Abdurahman anggota Komisi VII DPR RI.
Sebelumnya, JAMAN mempertanyakan sikap anggota Komisi VII DPR RI dari fraksi Golkar yang dianggap selalu menyerang pemerintah saat rapat komisi, khususnya soal kebijakan pemerintah terkait Freeport.
Sebagaimana rilis yang diterima oleh
kabargolkar.com, Samsul Hidayat menyampaikan bahwa pernyataan JAMAN menunjukkan ketidakpahaman masalah, dan dapat diduga membatasi fungsi kontrol DPR RI.
"JAMAN dan Projo seharusnya patut berterima kasih kepada Golkar karena ikut mendorong agar Freeport
commited membangun Smelter, pihaknya bukan merekomendasikan pencabutan IUPK, tetapi mencabut ijin export PT Freeport"
Membangun smelter sebagai bagian dari komitmen perusahaan-perusahaan tambang di Indonesia bahwa mereka diberikan ijin export sebagai bagian relakasasi tapi dengan catatan harus membangun smelter yang sudah menjadi amanah Undang-undang Nomor 4 tahun 2009 tentang Minerba, dan hingga detik ini sudah bertahun-tahun progres pembangunan smelter Freeport baru 2,7 persen.
Atas hal tersebut, guna menjaga kepentingan masyarakat luas dan menegakan amanah undang-undang pihaknya mendesak pemerintah mencabut ijin export PT Freeport.
Namun, bagi perusahaan yang sudah memenuhi komitmennya dengan membangun smelter, tidak menutup kemungkinan pihaknya akan merekomendasikan untuk dinaikan kuota exportnya sebagai bagian dari upaya untuk menekan naiknya kurs dollar.
"Partai Golkar memang benar bagian dari koalisi Pemerintah, tetapi bukan berarti harus menghilangkan fungsi kontrolnya, Golkar tetap akan menjadi sahabat yang kritis sesuai amanat Rakyat dan Undang-undang" Tegas Samsul Hidayat. (tim liputan)
Â