Kabargolkar.com - Fahmi Idris dikenali banyak kawannya sebagai sosok seorang aktivis dan pekerja keras yang mudah bergaul dengan berbagai lapisan masyarakat.
Salah satunya Menko Perekonomian Airlangga Hartarto yang menilai almarhum sangat senang bekerja.
"Almarhum Prof Fahmi Idris seorang aktivis, pekerja keras mudah bergaul dengan berbagai lapisan masyarakat dari kelompok maupun usia yang berbeda," kata Airlangga
Airlangga mengenang saat dirinya hadir dan memberikan testimoni saat Fahmi berkiprah secara akademis di Universitas Negeri Padang dan mendapat penghargaan berupa Profesor Kehormatan.
Dia mengatakan Fahmi Idris sebagai senior di Partai Golkar, juga menjadi Menteri Tenaga Kerja di Kabinet Pembangunan dan Menteri Perindustrian di era Presiden SBY periode pertama.
Menurut dia, di Golkar maupun di Kementerian Perindustrian, ada dua peninggalan Fahmi yang dinapaktilasi.
Semasa hidupnya, pria kelahiran Jakarta, 20 September 1943 ini bergabung dengan Partai Golkar pada tahun 1984. Ia langsung ikut berkampanye bersama Ali Moertopo dan Abdul Latief di Sumatera Barat.
Fahmi juga menduduki jabatan penting sebagai Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar pada periode pengurusan 1998-2004.
Ia adalah tokoh nasional yang pernah menduduki berbagai peran penting di Indonesia.
Saat menjadi Ketua DPP Golkar, Fahmi menjabat sebagai Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) dalam Kabinet Reformasi Pembangunan di bawah pemerintahan Presiden ke-3 BJ Habibie. Fahmi menjabat sebagai Menakertrans pada 21 Mei 1998 hingga 20 Oktober 1999.
Fahmi kemudian dipercayakan untuk menjabat sebagai Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabinet Indonesia Bersatu saat masa kepemimpinan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Fahmi lalu menjabat sebagai Menperin sejak 5 Desember 2005 hingga 20 Oktober 2009.
Fahmi juga pernah terpilih menjadi anggota DPR-GR mewakili kalangan mahasiswa serta Ketua Fraksi Golkar di MPR RI.
Selain menjabat di pemerintahan, Fahmi Idris juga berkiprah di bidang bisnis.
Dia mendirikan PT Kwarta Daya Pratama dan spada 1979 sebagai Direktur Utama Kongsi Delapan (Kodel Group).
Kodel Group adalah perusahaan yang didirikan bersama Aburizal Bakrie, Soegeng Sarjadi, Abdul Latief, dan Pontjo Sutowo.