Terkait Amenitas, Josef ajak masyarakat untuk jaga kebersihan. “Buang sampah sembarang itu tidak diperbolehkan,”imbuh Josef.
Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTT, Julie Sutrisno Laiskodat dalam sambutannya mengatakan, sangat terkesima dengan ke-17 kecamatan se-Alor serta 14 kabupaten/kota yang ikut kegiatan tersebut. “Kegiatan ini beri saya ide yang sangat banyak. apa yang saya bisa kerjakan ke depan. Terimaksih sekali untuk Alor. Kegiatan hari ini menunjukkan kekayaan budaya kita,” ungkap Julie Laiskodat.
Julie Laiskodat memberikan kesaksian kenapa NTT tidak miskin. Butik LeViCo, dengan izin masyarakat NTT, mewakili NTT ke ajang yang sangat bergengsi di mancanegara yaitu New York Fashion Week, Paris Fashion Week dan selanjutnya di London Fashion Week untuk mempromosikan tenun-tenun seluruh NTT. Hasilnya, tenunan NTT mampu berkompetisi dengan hasil karya para perancang terkenal seluruh dunia.
“Saya bukan perancang, hanya modal nekat saja mau membawa tenun NTT supaya orang kenal bahwa inilah kita NTT. Itu saja modalnya”, ungkap Julie Sutrisno Laiskodat.
Bupati Alor, Amon Djobo mengatakan masyarakat Alor sangat mendukung kegiatan ini. Expo Alor pertama digagas oleh bekas Bupati Alor, Ans Takalapeta pada 20 tahun yang lalu.
“Warisan budaya ini dititipkan pada kami sekaligus juga leluhur mengingatkan kepada kami bahwa kekayaan-kekayaan budaya harus dipelihara, dijaga dan dirawat sehingga punya nilai ekonomis yang luar biasa untuk kemaslahatan masyarakat banyak. Dari nilai-nilai budaya dan adat-istiadat yang leluhur tuturkan bagi kami,kami harus lanjutkan itu kepada generasi berikut. Alor memiliku harga dan nilai seperti daerah-daerah lain di NTT” ungkap Amon Djobo.
Kegiatan Alor Karnaval V, Expo Alor XII, yang dipadukan dengan Kegiatan ENTEX (East Nusa Tenggara Expo) XI dan Jambore Pariwisata Tingkat Provinsi NTT di Kabupaten Alor berlangsung dari tanggal 14 s/d 20 September 2018, diikuti 17 kecamatan se-Kabupaten Alor dan 14 Kabupaten/Kota se-NTT. source