Kabar Golkar

Politisi Golkar Beberkan 5 Prinsip Bangun Pariwisata Di NTT

Oleh Kabar Golkar · · Kabar Nasional

Politisi Golkar Beberkan 5 Prinsip Bangun Pariwisata Di NTT
Politisi Golkar Beberkan 5 Prinsip Bangun Pariwisata Di NTT

Nae Soi yakin kegiatan semacam ini tentu memberikan dampak positif kepada masyarakat Alor. Karena potensi wisata alam dan budaya Kabupaten Alor tergarap dan terekspos ke luar negeri. Sehingga ke depan ada peningkatan jumlah kunjungan wisatawan domestik dan internasional yang mendorong pembangunan transportasi, mendorong pengembangan sektor pariwisata

Lebih lanjut Nae Soi menjelaskan, Aksesibilitas adalah masalah transportasi. Transportasi harus dibenahi bersama baik dari pusat, provinsi maupun kabupaten. Akomodasi adalah bagaimana memberikan pelayanan kepada wisatawan. “Bisa juga di rumah kita, bisa juga home stay, bisa juga hotel,” katanya.

Terkait Kepedulian/Awarennes, Nae Soi ajak seluruh masyarakat untuk peduli terhadap pariwisata yang merupakan mata rantai ekonomi yang bisa menghidupkan.

“Semua masyarakat NTT saya mengajak, terlebih masyarakat Alor, mari kita peduli tehadap pariwisata. Mari kita peduli kepada wisatawan-wisatawan asing sehingga mereka bisa datang kembali, bisa berbelanja sehingga kita bisa ada peningkatan pendapatan,” ajak Nae Soi.

Terkait Amenitas, Josef ajak masyarakat untuk jaga kebersihan. “Buang sampah sembarang itu tidak diperbolehkan,”imbuh Josef.

Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTT, Julie Sutrisno Laiskodat dalam sambutannya mengatakan, sangat terkesima dengan ke-17 kecamatan se-Alor serta 14 kabupaten/kota yang ikut kegiatan tersebut. “Kegiatan ini beri saya ide yang sangat banyak. apa yang saya bisa kerjakan ke depan. Terimaksih sekali untuk Alor. Kegiatan hari ini menunjukkan kekayaan budaya kita,” ungkap Julie Laiskodat.

Julie Laiskodat memberikan kesaksian kenapa NTT tidak miskin. Butik LeViCo, dengan izin masyarakat NTT, mewakili NTT ke ajang yang sangat bergengsi di mancanegara yaitu New York Fashion Week, Paris Fashion Week dan selanjutnya di London Fashion Week untuk mempromosikan tenun-tenun seluruh NTT. Hasilnya, tenunan NTT mampu berkompetisi dengan hasil karya para perancang terkenal seluruh dunia.

“Saya bukan perancang, hanya modal nekat saja mau membawa tenun NTT supaya orang kenal bahwa inilah kita NTT. Itu saja modalnya”, ungkap Julie Sutrisno Laiskodat.