Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
Wakil Ketua Umum Golkar Ajak PP KMHDI Perkuat Nilai Nilai dan Pemahaman Pancasila
  Nyoman Suardhika   22 Juni 2022
Credit Photo / Sosial

Kabargolkar.com - Ketua MPR RI sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bambang
Soesatyo mengingatkan generasi muda terhadap ancaman gelombang baru terorisme, radikalisme, ekstrimisme, dan intoleransi, yang kini sudah menyasar ruang media siber.

Menurut catatan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), sejak 2014 penyebaran terorisme gencar dilakukan melalui digital.

Pada tahun 2020 saja, BNPT melaporkan telah menangani 341 konten radikal terorisme sepanjang tahun 2020. Temuan terbanyak dari platform Facebook dengan 113 konten.

"Mr. Marco Venier sebagai Koordinator Program lokakarya Growing Tolerance Through Peaceful Narratives yang diinisiasi United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) dan BNPT pada April 2022 lalu menyampaikan, secara khusus di Asia Tenggara dan Indonesia, saat ini terdapat tiga tren transisi terorisme.Yakni pelibatan kelompok perempuan dan anak-anak, menurunnya kapasitas destruksi aksi teror, serta penggunaan media internet sebagai komunikasi dan penyebaran terorisme. Khusus penggunaan media, Laporan Global Terrorism Index 2022 menekankan bahwa salah satu penyebabnya adalah pandemi Covid-19. Kondisi sosio-kultural yang serba terbatas di seluruh dunia membuat masyarakat menghabiskan waktu lebih banyak di dunia maya," ujar Bamsoet saat menerima Pimpinan Pusat Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI), di Jakarta, Selasa (21/6/22).

Pengurus PP KMHDI yang hadir antara lain, Ketua Presidium I Putu Yoga Saputra, Sekretaris Jenderal I Wayan Darmawan, Bendahara Umum Putu Asrini Devy, Ketua Departemen Litbang Lira Hartami, Ketua Departemen Sosmas Deni Krisnandi, Ketua Departemen Data dan Informasi Made Astrama, dan Ketua Departemen Organisasi Bayu Pangestu.

Ketua DPR RI ke-20 dan mantan Ketua Komisi III DPR RI bidang Hukum, HAM, dan Keamanan ini menjelaskan, temuan riset BNPT pada tahun 2020 juga melaporkan potensi generasi Z (rentang usia 14-19 tahun) terpapar radikalisme mencapai 12,7 persen, sementara generasi milenial (berumur 20-39 tahun) mencapai 12,4 persen. Gen Z dan milenial menjadi sasaran empuk lantaran mereka sangat aktif mengakses internet dan pengguna aktif berbagai platform media sosial.

"Kondisi ini semakin miris, mengingat dalam survei yang dilakukan SMRC mengenai Sikap Publik terhadap Pancasila dengan melibatkan 1.220 responden berusia 17 tahun keatas, terlihat hanya 64,6 persen responden yang bisa menyebutkan dengan benar semua sila dalam Pancasila. Menunjukan bahwa dari tingkat yang paling elementer sekalipun, pengetahuan dasar masyarakat tentang Pancasila masih berada dalam skor 64,6 atau kategori sedang. Hasil survey juga mengungkap komitmen publik terhadap nilai-nilai Pancasila juga masuk dalam kategori sedang dengan skor 73,2," jelas Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini menerangkan, dalam Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa tahun 1960, Presiden Soekarno telah menegaskan bahwa Pancasila merupakan kristalisasi dari esensi peradaban bangsa kepulauan Nusantara yang sudah ada ribuan tahun. Jangan sampai generasi muda mengabaikan keberadaan Pancasila, yang bisa berakibat pada pudarnya semangat nasionalisme dan cinta terhadap negara.

"Pancasila harus menjadi bagian integral yang tidak terpisahkan dalam kehidupan bangsa Indonesia

Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.