Airlangga Hartarto Beri Keterangan Perihal Pembahasan RAPBN 2019
Kabar Golkar 21 September 2018
Kabar Golkar - Perekonomian Indonesia saat ini sedang mendapat tekanan yang cukup besar dengan terjadinya pelemahan nilai tukar terhadap dolar AS hingga Rp 14.900. Kondisi itu diperkirakan terus berlanjut hingga tahun 2019.
Partai Golkar yang dipimpin oleh Airlangga Hartarto memahami kondisi tersebut. Menurut partai berlambang beringin itu, kondisi ini merupakan tantangan dan risiko yang harus dihadapi.
"Kita ikut bertanggung jawab terhadap kondisi yang dihadapi oleh bangsa Indonesia saat ini. Partai Golkar akan mengambil peran terdepan untuk berjuang bersama elemen bangsa lainnya," ujar Airlangga di Ruang Fraksi Golkar, Komplek DPR, Jakarta, Kamis (20/9).
Pihaknya juga mengajak seluruh elemen bangsa bersatu, bangkit dan menunjukkan rasa patriotisme untuk mengatasi krisis ini.
"Perlu diketahui, saat ini DPR dan pemerintah sedang membahas RAPBN 2019 di mana masih defisit," terangnya.
Untuk membiayai defisit tersebut, Airlangga menyebut bahwa pemerintah telah melakukan penambahan utang sebesar Rp 359,3 triliun dan diperkirakan total utang mencapai Rp 4.685 triliun.
"Dalam pembahasan RAPBN kita selalu menunjukan sense of crisis dan tanggung jawab untuk menghadirkan solusi bagi perekonomian bangsa," pungkasnya. Tim Liputan
Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.