Kabargolkar.com - Juru Bicara Partai Golkar Tantowi Yahya buka suara, merespon pernyataan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) soal koalisi. Cak Imin mengklaim, Partai Golkar bakal merapat dengan PKB dan Gerindra di dalam Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR).
Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri DEPINAS SOKSI ini mengatakan, konteks bergabung di sini adalah bergabungnya Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang diisi Golkar, PAN dan PPP dengan KKIR.
Jadi, kata Tantowi, bukan berarti Golkar meninggalkan KIB kemudian masuk KKIR. Bergabungnya itu, untuk membentuk Koalisi Besar gabungan KIB dan KKIR.
"Kurang lebih begitu," ujar Tantowi saat dimintai konfirmasi wartawan, dikutip Selasa (25/4/2023).
Tantowi mengungkapkan, dalam pertemuan ketum parpol KIB dan KKIR di markas PAN sudah ada kesamaan keyakinan bersama.
"Yang bisa dimaknai dari pertemuan itu, KIB telah mempunyai kesamaan keyakinan tentang perlunya membangun koalisi besar bersama KKIR," tegas Tantowi.
Sebelumnya, Cak Imin mengeklaim bahwa Partai Golkar bergabung dengan PKB dan Partai Gerindra dalam Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR)
Adapun dengan bergabungnya Partai Golkar, KKIR akan menjadi koalisi besar yang terbentuk menjelang pemilihan umum (pemilu) 2024 mendatang.
"Koalisi tambahan PKB Gerindra ini yang baru fix Golkar. Moga-moga tidak berubah. Nanti akan disusul PAN mungkin, PPP dan yang lain," ucap Cak Imin di Kantor DPP PKB, Jakarta, Selasa (18/4/2023).
Dia berharap hal itu tidak berubah kembali. Menurutnya, dengan bergabungnya Golkar akan semakin memperkuat KKIR.
"Yang jelas pertemuan-pertemuan (Golkar) ikut terus," ujar Cak Imin.
Lebih lanjut, Cak Imin masih belum mau bicara lebih jauh soal calon presiden yang akan diusung KKIR. Menurutnya, soal pencapresan dapat dicocokan jika koalisi besar sudah resmi terbentuk.
"Ya (capres) nanti, tentu jangan dipatahkan sekarang lah ya. Yang penting gabung dulu makanya kita harus pelan-pelan supaya nanti mencocokkan frekuensi interest, frekuensi kemauan di antara teman koalisi," ujarnya.