Kabargolkar.com - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meminta perbankan, untuk bisa menyelaraskan lending appetite atau keinginan penyaluran kredit bagi dunia usaha.
Ketua Umum Partai Golkar ini mengatakan, hal itu perlu dilakukan guna memastikan dukungan yang cukup bagi sektor-sektor pendorong pemulihan ekonomi, seiring membaiknya permintaan masyarakat.
"Industri perbankan memiliki peranan penting dalam menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia. Di tengah berbagai ketidakpastian, intermediasi keuangan oleh perbankan tetap tumbuh positif," kata Airlangga dalam keterangan persnya, Jumat (26/8/2022).
Ketua KPC-PEN ini pun merinci data pada Juli 2022, angka kredit usaha mengalami pertumbuhan 10,71 persen secara tahunan (yoy), dan ditopang peningkatan pertumbuhan di seluruh jenis kredit dan sebagian besar sektor ekonomi.
"Dari data tersebut diharapkan perbankan bisa mendukung Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) agar bisa segera naik kelas melalui pembiayaan, termasuk dalam platform digital," pinta Airlangga.
Lebih lanjut, Airlangga menargetkan pada 2024, terdapat 30 juta UMKM masuk ke dalam ekosistem digital.
"Saat ini baru ada 19 juta yang sudah bergabung," ungkap Airlangga.
Tak sampai disitu, Airlangga menuturkan, dengan adanya target tersebut diharapkan bantuan pendanaan murah terus dilanjutkan.
Kemudian, ia juga menjelaskan Perusahaan teknologi keuangan (fintech) turut berperan mendorong pemulihan ekonomi sebagai sumber pembiayaan yang cepat dan mudah, termasuk bagi masyarakat yang tidak terjangkau perbankan.
Dia menuturkan pembiayaan fintech perlu didorong untuk kegiatan produktif serta membantu UMKM go digital hingga dapat menjadi bagian dari rantai nilai global. Tetapi dia berharap pelaksanaan industri keuangan digital terus ditingkatkan dengan tetap memperhatikan risiko ke depan.
Karena itu, pembangunan ekosistem keuangan digital yang lebih baik akan terus diupayakan sehingga meminimalisasi permasalahan dari sisi regulasi serta mencegah kerugian baik pada pelaku usaha maupun masyarakat. Lalu dia mengungkapkan sektor keuangan juga perlu didorong untuk memanfaatkan momentum akselerasi tren digitalisasi.
Digitalisasi di sektor keuangan terbukti mampu menghasilkan layanan keuangan yang lebih efisien dan menjangkau pangsa pasar yang lebih luas. Airlangga juga mengklaim dalam jangka panjang pemerintah menargetkan ekonomi Indonesia dapat tumbuh tinggi dan keluar dari jebakan kelas menengah.
"Sektor keuangan diharapkan dapat berkontribusi melalui peningkatan literasi keuangan. Kemudian bisa pendalaman pasar, serta akses pembiayaan ke seluruh masyarakat tanah air," tutup Airlangga.