Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila dan Wakil Ketua Umum FKPPI ini menambahkan, hubungan bilateral antara Rusia dengan Indonesia telah terjalin baik sejak 1956. Rusia telah menjadi salah satu mitra penting bagi Indonesia. Sebagai Ketua MPR RI, Bamsoet setidaknya telah tiga kali menerima Duta Besar Federasi Rusia untuk Indonesia, H.E. Mrs. Lyudmila Georgievna Vorobieva, yakni pada 26 November 2019, 22 Maret 2021, dan pada hari ini 26 September 2022. Di tingkat pemerintahan, selama tahun 2000-2020 tercatat 13 kali pertemuan bilateral antara Presiden Joko Widodo dengan Presiden Putin, 4 kali diantaranya dilakukan saat kunjungan, dan 9 kali lainnya di sela-sela konferensi internasional.
"Nilai investasi langsung Rusia di Indonesia pada tahun 2020 tercatat sebesar USD 4,6 juta dengan 202 proyek, yang sebagian besar di sektor industri kimia dan farmasi. Neraca perdagangan kedua negara tahun 2020 mampu mencatat surplus di pihak Indonesia sebesar USD 16 juta, dengan total volume perdagangan sebesar USD 1,93 miliar. Nilai ini terbilang kecil dibanding potensi yang ada. Mengingat Rusia adalah kekuatan ekonomi nomor 12 dunia, sementara Indonesia nomor 16. Karena itu, masih terbuka berbagai peluang untuk meningkatkan neraca perdagangan kedua negara, misalnya dari sektor pertanian seperti palm oil, karet, kakao, gandum, hingga daging," pungkas Bamsoet.