“Gagasan tersebut mendapat dukungan yang sangat baik, namun upaya untuk merealisasikannya terkendala oleh pandemi Covid-19 yang melanda seluruh dunia. Alhamdulillah, berkat kerja keras seluruh warga dunia, serta utamanya adalah karena pertolongan Allah Subhanahu Wata‘ala, akhirnya pandemi dapat diatasi secara baik. Oleh karenanya, kami berpandangan, bahwa saat ini adalah waktu yang tepat untuk memulai langkah merealisasikan gagasan tersebut,” katanya.
Bamsoet menambahkan kota Bandung menjadi pilihan penyelenggaraan konferensi tentu bukan tanpa maksud. Sejak Konferensi Asia-Afrika 1955, tidak ada lagi ouput politik berskala global dihasilkan dari Bandung. Selama ini hampir seluruh Konferensi Internasional diselenggarakan di Bali. “Saya sangat berharap dari Bandung sekarang ini kembali dihasilkan sebuah deklarasi untuk mengembangkan kembali demokrasi global melalui penguatan peran lembaga-lembaga Majelis Permusyaratan Rakyat, Majelis Syura, atau Nama Sejenis Lainnya,” katanya.
“Besok pagi kita akan mulai konferensi. Mudah-mudahan penyelenggaraan konferensi ini dapat menjadi tonggak sejarah yang memiliki arti penting dalam penciptaan tatanan kehidupan global yang lebih demokratis, harmonis, dan berkeadaban,” pungkasnya.