Kabargolkar.com - Ketua MPR RI yang juga Wakil Ketua DPP Golkar merasa sedih melihat nasib para nelayan di Indonesia, yang tak bisa mencari nafkah karena kesulitan mendapatkan BBM bersubsidi.
Banyak para nelayan kecil mengeluhkan susah membeli BBM subsidi, dalam hal ini Solar.
Bambang Soesatyo (Bamsoet) mendesak Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), untuk segera menyelesaikan persoalan tersebut dengan cara menggandeng pihak Pertamina.
"KKP dan PT. Pertamina harus dapat memenuhi kebutuhan BBM bagi nelayan, serta menelusuri hal yang menyebabkan tingginya persentase kesulitan nelayan kecil dalam mengakses BBM subsidi dan segera memberikan solusi, mengingat untuk bisa mendapatkan BBM subsidi merupakan hak bagi mereka," kata Bamsoet dalam keterangan persnya, Selasa (1/11/2022).
Tak hanya itu, Waketum Partai Golkar ini juga meminta pemerintah, untuk segera memperbaiki dan memberikan kemudahan pengajuan pembelian BBM bersubsidi bagi nelayan skala kecil.
"Selama ini nelayan kecil harus memberikan persyaratan-persyaratan administrasi yang cukup memberatkan, seperti surat rekomendasi, lampiran-lampiran seperti kartu tanda penduduk/KTP atau kartu tani, surat keterangan usaha, atau surat keterangan spesifikasi peralatan yang digunakan," ucap Bamsoet.
Ketua MPR RI ini juga mendorong pemerintah, memberikan kemudahan persyaratan surat rekomendasi bagi nelayan kecil agar mereka bisa mengakses BBM subsidi.
Ia menilai, selama ini nelayan kecil sulitnya mendapatkan dan mengakses BBM membuat sebagian nelayan kecil di sejumlah daerah berhenti melaut.
"Pemerintah harus segera memperbaharui data nelayan-nelayan kecil yang ada di Indonesia, agar data tersebut bisa menjadi pedoman dan dasar untuk penentuan dan pengalokasian BBM bersubsidi bagi nelayan kecil. MPR mengharapkan agar penyerapan kuota BBM bersubsidi bisa optimal dan penyaluran yang tepat sasaran," tegas Bamsoet.
Lebih lanjut, Bamsoet menuturkan, pemerintah perlu segera mengambil kebijakan dalam mendistribusikan BBM subsidi ke daerah-daerah yang langka atau kehabisan BBM subsidi.
"Utamanya di daerah yang masyarakatnya banyak bermatapencaharian sebagai nelayan," tutup Bamsoet.