"Indo Defence 2022 mengusung tema Indonesia International Tri Service Defence, Aerospace, Maritime, and Security Event: 'Peace, Prosperity, Strong Defence'. Diikuti sekitar 905 perusahaan dari 59 negara. Sekitar 154 perusahaan diantaranya merupakan industri pertahanan dalam negeri yang terdiri dari perusahaan milik negara seperti PT Pindad, maupun perusahaan swasta nasional seperti PT Dwimitra Pasifik Internasional," urai Bamsoet.
Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila dan Wakil Ketua Umum FKPPI ni menerangkan, melalui Indo Defence 2022, publik bisa mengetahui kehebatan berbagai Alutsista yang diproduksi perusahaan negara maupun perusahaan swasta nasional. Salah satunya seperti yang ditunjukan Defend ID, holding BUMN Industri Pertahanan yang terdiri dari lima BUMN yakni PT Dirgantara Indonesia, PT Pindad, PT PAL Indonesia, PT Len Industri, dan PT Dahana.
PT Len Industri memamerkan radar, intercom, e-tactical bike (motor trail bertenaga listrik untuk mendukung TNI melintasi jalanan hutan), hingga combat management system. PT Dirgantara Indonesia memamerkan pesawat N219 Amphibi, CN235-220, NC212i, UAV MALE Elang Hitam, produk kolaborasi helikopter dan pesawat tempur KFX/IFX. PT PAL Indonesia memamerkan berbagai jenis kapal perang, mulai dari landing platform dock (LPD) 163 meter, kapal cepat rudal (KCR) generasi baru, kapal rumah sakit, perusak kawal rudal, fregat, hingga kapal selam tanpa awak (autonomous).
"Sementara PT Dahana memamerkan roket dan kendaraan peluncur, bom pesawat tempur, senjata lawan tank, manpads, serta drone Rajata. Sedangkan PT Pindad memamerkan berbagai senapan serbu yang telah terbukti di pertandingan internasional, mulai dari SS2-V5 A1, SS Amphibious, hingga simulator senjata Pasupati, serta berbagai kendaraan tempur seperti Medium Tank Harimau, Badak 6x6, hingga kendaraan taktis Maung," pungkas Bamsoet.