Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
Cerita Dibalik Hari Pahlawan
  NINDY   10 November 2022
Gredit Photo/Wikipedia

Kabargolkar.com – Halo sobat Kagol, 10 November masyarakat selalu memperingati Hari Pahlawan Indonesia. Sejarah Pahlawan Indonesia tercetus karena terjadinya peristiwa pertempuran yang pecah di Surabaya pada 10 Oktober 1945.

Pertempuran yang terjadi di Surabaya menjadi salah satu pertempuran terbesar para pahlawan yang memperjuangkan kemerdekaan Indonesia pada saat itu, tercatat ada beberapa pahlawan yang turut serta ikut bergabung dalam pertempuran itu diantaranya;

  1. Bung Tomo
  2. Moestopo
  3. Gubernur Suryo
  4. Mayjen Sungkono
  5. HR Muhammad Mangoendiprodjo
  6. KH Hasyim Asy’ari

Pertempuran Surabaya terjadi karena datangnya pasukan sekutu yang ditunggangi oleh Allied Forces Netherland East Indies (NICA) pada 25 Oktober 1945.

NICA yang kala itu dipimpin oleh Brigadir Jenderal Aulbertin Walter Sother Mallaby langsung masuk ke Surabaya dan mendirikan pos pertahanan disana. Tugas mereka adalah melucuti tentara Jepang dan memulangkan mereka ke negaranya, membebaskan tawanan perang yang ditahan oleh Jepang, sekaligus mengembalikan Indoesia kepada pemerintahan Belanda sebagai negara jajahan.

Gejolak pertempuran antara tentara dan milisi pro kemerdekaan Indonesia dan pihak Belanda yang sudah mulai pada 19 September 1945. Pemicu awal pertempuran yang terjadi di Surabaya karena pada malam sebelumnya, sekelompok Belanda dibawah pimpinan W.V.Ch. Ploegman mengibarkan bendera Belanda disebelah utara Hotel Yamato, Jalan Tunjungan Nomor 65, Surabaya, tanpa persetujuan dari Pemerintah RI Daerah Surabaya. Hal ini lah yang memicu kemarahan warga Surabaya, mereka menganggap Belanda sudah mengina kemerdekaan Indonesia dan melecehkan Merah Putih.

Pada 10 November pagi, tentara  Inggris mulai merencanakan serangan, pasukan sekutu mendapatkan perlawanan dari pasukan dan milisi Indonesia. Para pahalawan Surabaya dengan kompak mengumpulkan masyarakat sipil  untuk melawan sekutu. Tokoh ulama Surabaya seperti Bung Tomo, KH. Hasyim Asy’ari, dan Wahab Hasbullah ikut perpengaruh dalam menggerakan masyarakat Surabaya. Mereka menggerakkan santri-santri dan masyarakat sipil sebagai milisi perlawanan. Kala itu masyarakat belum patuh akan perintah dari pemerintah melainkan lebih patuh terhadap ulama atau kyai.

Hari Pahlawan mengajarkan kita masyarakat Indonesia untuk menghargai para pahlawan yang sudah susah payah memperjuangkan kemerdekaan, mereka mempertaruhkan nyawa demi memerdekakan tanah yang ia pijak.

Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.