Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
Wah! Ada Golkar Dibalik Cerita Horor KKN Desa Penari
  Kabar Golkar   04 September 2019
[caption id="attachment_27947" align="aligncenter" width="777"]
Gambar di dinding rumah kampung 'hilang' di Banyuwangi (Ardian Fanani/detikcom) [/caption] kabargolkar.com, BANYUWANGI - Bekas perkampungan Darungan atau Pendarungan diduga meninggalkan sejumlah hal berbau mistis. Banyak peninggalan yang dianggap merujuk pada cerita horor 'KKN Desa Penari'. Saat memasuki perkampungan dengan rumah berderet itu, detikcom dihadapkan pada sebuah ruangan mirip dengan ruangan terbuka. Ruangan tersebut mirip dengan sanggar tari. Dengan atap seng dan kayu tua sebagai penyangga. Selain itu, terdapat tembok yang ada di sisi sebelah barat. Di tembok itu terdapat coretan arang yang menggambarkan kisah seperti di dalam cerita horor 'KKN Desa Penari'. Coretan tersebut menggambarkan dua sejoli yang berhubungan intim. Kemudian disamping gambar itu terdapat gambar ular yang menghadap dua sejoli itu. Kemudian ada gambar pria mengenakan udeng dengan kumis tebal. [caption id="" align="aligncenter" width="480"]Coretan dinding di Kampung 'HIlang' di Banyuwangi/ Coretan dinding di Kampung 'Hilang' di Banyuwangi (Ardian Fanani/detikcom)[/caption] Semua itu mirip dengan penggambaran cerita 'KKN Desa Penari'. Dua sejoli, yang diperankan Ayu dan Bima, telah melakukan hal-hal yang melanggar norma desa. Termasuk soal siluman ular yang memantau dan mengancam keduanya. Sementara itu, sosok laki-laki memakai ikat kepala itu bisa diartikan sebagai Pak Prabu, tokoh desa di kisah mistis berujung tragedi itu. Di ruangan yang lain terdapat gambar-gambar coretan arang yang melukiskan dua orang wanita telanjang dengan dilengkapi tulisan 'cewek'. Selain itu, ada gambar wajah wanita berkerudung. Ada pula coretan-coretan kata di sana. Salah satunya adalah 'Karti, rupane seperti Gondoruwo'. "Kalau dilihat, gambar ini baru, tapi tidak terlalu baru. Mungkin dibuat satu-dua tahunan. Buktinya, arangnya terlihat jika dicolek masih membekas. Kalau dibuat baru, sepertinya tidak," ujar Yusuf, salah satu warga Banyuwangi yang mengunjungi lokasi itu karena penasaran, Rabu (4/9/2019). Tak hanya itu, detikcom juga menemukan kalender tahun 2009. Kalender itu merupakan kalender kampanye salah satu calon anggota legislatif. Caleg tersebut bernama Syaiful Bahri Anshori dari Partai Golkar nomor urut 6. Kala itu Golkar memiliki nomor urut 23. detikcom juga menemukan bungkusan mi instan dan kopi instan yang tergeletak di sudut ruangan rumah yang ditinggal warganya itu. Dalam bungkusan itu tertera tahun 2010 sebagai batas kedaluwarsa. Sayang, tidak ada stiker nama perguruan tinggi di sana. Hanya stiker partai dan sensus penduduk yang tertera pada dinding dan kaca rumah kosong tersebut. [caption id="" align="aligncenter" width="480"]Kampung 'Hilang' di Banyuwangi/ Kampung 'Hilang' di Banyuwangi (Ardian Fanani/detikcom) [/caption] Seperti yang sebelumnya diceritakan akun Twitter @SimpleM81378523, ada enam mahasiswa-mahasiswi yang menggelar KKN di Kota B, Jawa Timur, pada 2009 akhir. Mereka merupakan mahasiswa-mahasiswi angkatan 2005/2006 dari sebuah perguruan tinggi di Kota S. Enam calon sarjana yang menggelar KKN tersebut adalah Ayu, Nur, Widya, Wahyu, Anton, dan Bima. Dua di antaranya meninggal setelah melewati seabrek hal mistis di tempat KKN tersebut
Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.