"Kita dapat mengambil hikmah dan pelajaran dari pandemi Covid-19 yang telah menggerus sendi-sendi kehidupan dalam berbagai dimensi, menyebabkan lebih dari 640 juta penduduk dunia terpapar, dan lebih dari 6,6 juta jiwa diantaranya meregang nyawa. Pandemi seharusnya menyadarkan eksistensi kita sebagai mahluk sosial yang tidak bisa selamat sendirian, dan hanya bisa selamat jika semua diselamatkan. Solusi pandemi bukanlah solusi individual, solusi pandemi adalah solusi bersama. Pandemi juga mengajarkan moralitas tentang pentingnya saling membantu dan saling tolong-menolong," terang Bamsoet.
Wakil Ketua Umum FKPPI dan Wakil Ketua Umum SOKSI ini menambahkan, demikian juga dalam mewujudkan perdamaian dunia. Kuncinya adalah membangun sinergi dan kolaborasi, dengan mengedepankan semangat saling menghormati, merawat toleransi, dan menjunjung tinggi prinsip keadilan dan kesetaraan. Persoalan global yang sedemikan kompleks dan dinamis, terlalu berat untuk dipikul sendirian. Hanya dengan semangat kebersamaan, bahu-membahu, kita dapat menghadirkan solusi untuk beragam persoalan global tersebut.
"Tata kehidupan dunia yang damai dan beradab sebagaimana kita cita-citakan bersama, tidak akan hadir dengan sendirinya. Ia membutuhkan itikad baik, komitmen, kerjasama, dan yang tidak kalah penting adalah aktualisasi dan implementasi. Harmoni dan kedamaian adalah ikhtiar masa kini yang harus terus kita perjuangkan, dan janji masa depan yang harus terus kita wujudkan. Keduanya harus selalu hadir dalam setiap lini masa perjalanan peradaban umat manusia," pungkas Bamsoet.