Berdasarkan data, Pupuk Kaltim menjadi penghasil pupuk terbesar di Asia yang memproduksi 2,98 juta ton/tahun pupuk urea, 350 ribu ton/tahun pupuk NPK, dan 1,85 juta ton/tahun amonia. Bahkan, Pupuk Kaltim tak hanya memenuhi kebutuhan pupuk nasional tapi juga mengekspor ke berbagai negara lain, seperti di kawasan Asia Pasifik, Amerika Serikat. Amerika Selatan, dan lain sebagainya.
Berbagai upaya terus dilakukan pemerintah, partai, hingga perusahaan dalam mendukung ketersediaan pupuk secara mandiri di Indonesia demi mengatasi berbagai ancaman krisis. Untuk itu, Golkar pun menegaskan komitmennya untuk terus mendukung, mendorong, dan mengawasi adanya ketersediaan pupuk subsidi bagi para petani Indonesia. (newsdetik.com)