Soroti Pembangunan RSUD Wilayah Utara Kab. Bogor, Ilham Permana Akan Bahas dengan Pemkab
kabargolkar.com - Kesehatan merupakan hak setiap warga negara. Namun untuk memenuhi hal tersebut, Pemkab Bogor sepertinya masih setengah hati. Terlebih, banyak pelayanan yang jauh dari kata layak di rumah sakit pelat merah Bumi Tegar Beriman itu. Bahkan, pengadaan RSUD di wilayah Utara Kabupaten Bogor yang hingga kini masih sebatas wacana belum juga terealisasi.
Wacana yang pernah diusulkan bersama antara Pemkab dan DPRD Kabupaten Bogor sejak 2016 hingga kini masih seputar rancangan. Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Ilham Permana, mengungkapkan, dalam waktu dekat DPRD bersama pemkab akan duduk bersama untuk bisa merealisasikan pembangunan rumah sakit tersebut.
“Saya bersama Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor akan memanggil Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang berkaitan dengan pembangunan RSUD,” terang Ilham saat ditemui Metropolitan di ruang kerjanya, kemarin (4/10/2018). Ia mengaku akan memanggil Dinkes dan Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappedalitbang) Kabupaten Bogor. “Pembahasan soal pembangunan ini merupakan masukan dari reses anggota dewan,” katanya.
Jika tidak masuk dalam Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) 2019, ia akan mendatangi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI dan mengadukan permasalahan tersebut.
“Pembangunan rumah sakit di wilayah Utara Kabupaten Bogor sangat penting, karena saat ini masyarakat di sana rata-rata berobat ke Tangerang atau Depok,” jelasnya.
Senada, Camat Parung, Daswara Sulanjana, mengatakan, rencana pembangunan RSUD di wilayah utara memang sudah jadi target Pemkab Bogor. Untuk itu, pemerintah harus hadir dalam memberikan pelayanan kesehatan yang lebih dekat warganya. “Sudah ada uji kelayakan dan tinggal menunggu DED untuk pembangunan rumah sakit ini,” tuturnya.
Menurut dia, untuk pembangunan RSUD di utara sudah ditetapkan lokasinya yakni di Desa Cogrek, Kecamatan Parung. Hal itu sudah disepakati dari empat kecamatan, seperti Gunungsindur, Parungpanjang, Ciseeng, Rumpin dan Tenjo. “Gagalnya pembangunan pada 2018 penyebabnya adalah lahan yang mahal. Tapi saya tetap mendukung pembangunan RSUD di Utara,” tukasnya.
(metropolitan.id)