Terlihat dari hasil survei Komunitas Pancasila Muda pada akhir Mei 2020, yang mencatat hanya 61 persen responden yang merasa yakin dan setuju bahwa nilai-nilai Pancasila sangat penting dan relevan dengan kehidupan mereka. Sementara 19,5 persen diantaranya menganggap Pancasila hanya sekedar istilah yang tidak benar-benar dipahami maknanya.
Sementara Survei SMRC pada Juni 2022 mengisyaratkan bahwa pengetahuan dasar masyarakat tentang Pancasila masih belum optimal, dengan skor 64,6 atau dalam kategori sedang. Hasil survei SMRC tersebut juga mengungkapkan bahwa komitmen publik terhadap nilai-nilai Pancasila, dan bagaimana nilai-nilai Pancasila itu direalisasikan dalam kehidupan berbangsa, masih berada dalam level moderat atau sedang-sedang saja.
"Berbagai hasil survei tersebut menjadi alarm bahwa penguatan nilai kebangsaan, salah satunya melalui vaksinasi ideologi menggunakan vaksin Empat Pilar MPR RI harus dilaksanakan secara konsisten dan berkesinambungan. Sehingga bisa semakin meningkatkan ketangguhan dan imunitas bangsa sekaligus merekatkan semangat persatuan dan kesatuan bangsa. Jika tidak, 'ongkos' yang harus ditanggung sangat besar. Antara lain dalam bentuk maraknya radikalisme dan terorisme, hingga disintegrasi dan perpecahan bangsa," pungkas Bamsoet.