Kabargolkar.com– Di awal tahun 2023 Kabar Golkar menghadirkan program terbaru 'Bukan
Kabar Biasa' merangkum nama-nama politsi Golkar yang telah membuktikan kecintaan dan pengabdiannya pada Indonesia. Mereka sejatinya menjadi seorang politisi karena dorongan kuat untuk memberi lebih banyak bagi negara dan bangsa, bukan untuk menerima dan meninggalkan kebaikan Bumi Pertiwi.
Saat ini tokoh nasional yang aktif di bidang masing-masing ini terus menyuarakan aspirasi masyarakat. Mereka adalah para mantan aktivis yang dahulu aktif menyuarakan suara-suara rakyat serta pensiunan militer yang mencoba mengabdikan dirinya dengan berkecimpung di dunia politik melalui Partai Golkar. Lantas siapa saja kah mereka?
1. Bambang Soesatyo

Sebelum berkecimpung di dunia politik, Bambang Soesatyo merupakan seorang wartawan Harian Umum Prioritas. Selain menjadi wartawan ia begitu aktif mengikuti kegiatan berorganisasi, karir politiknya diawali dengan bergabungnya menjadi aktivis AMPI yang menjadi salah satu sayap dari Partai Golkar di tahun 1990. Bank Century adalah salah satu masalah yang ditangani Bambang ketika di DPR, saat itu DPR mengajukan hak angket ke presiden terkait kucuran dana talangan Century yang besar. Pada Pemilu tahun 2014, dia terpilih kembali menjadi anggota DPR 2014-2019 dari Partai Golkar. Bamsoet saat ini didaulat memimpin MPR RI 2019 – 2024 sebagai Ketua MPR RI.
2. Lodewijk F. Paulus

Karir militer yang dimiliki seorang Lodewijk Freidrich Paulus tidak perlu diragukan lagi, ia pernah menjabat sebagai Jenderal Komandan Kopasus. Ia menghabiskan sebagian hidupnya di dunia militer, lepas dari dunia militer ia memutuskan untuk terjun ke dunia politik dengan bergabung di Partai Golkar dan di Partai Golkar Lodewijk F. Paulus menduduki jabatan sebagai Sekertariat Jenderal (Sekjen) Partai Golkar.
3.Ahmad Doli Kurnia Tandjung

Ahmad Doli Kurnia Tandjung merupakan seorang aktivis yang begitu aktif mengikuti beragam kegiatan organisasi semasa berkuliah di Universitas Padjajaran. Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) salah satu organisasi yang ia geluti kala itu hingga menjadikannya Sekertaris Jendral Pengurus Besar HMI Tahun 1999 – 2001.Semasa kuliah ia sempat menulis beberapa karya tulis salah satunya Gerakan dan Pemikiran Nasionalisme Kaum Muda: Pasang Surut Realitas Kebangsaan Kita (2005). Kemampuan yang ia miliki menjadikannya Wakil Sekretaris Jenderal DPP KNPI (Dewan Pengurus Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia) pada tahun 2002 – 2005 Kinerjanya di DPR megesankan karena ia terlibat di dalam banyak proses perumusan RUU hingga menjadi undang-undang, salah satunya RUU 7 Provinsi. Saat ini ia menduduki jabatan sebagai Ketua Komisi II DPR RI.
4. Nurul Arifin

Nurul Qomaril Arifin atau kerap disapa dengan Nurul Arifin merupakan seorang aktris senior sekaligis aktivis dan politikus tanah air. Di tahun 1990-an, ia bergerak untuk menjadi seorang aktivis sosial dengan menjadi relawan korban AIDS, narkoba, dan kekerasan terhadap perempuan. Sukses sebagai seorang aktivis, Nurul pun kembali tergerak untuk terjun ke dunia politik dengan bergabung di Partai Golkar