Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
Jaga Cadangan Devisa, Menko Airlangga Bakal Revisi Aturan Devisa Hasil Ekspor
  Irman   12 Januari 2023
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat mendampingi Presiden Jokowi menggelar konferensi pers larangan ekspor bauksit, Rabu (21/12/2022).

Kabargolkar.com - Pemerintah memproyeksikan Ekspor Indonesia di 2023 masih akan tumbuh positif. Namun memang bisa dipastikan kinerja ekspor Indonesia akan melambat dibanding tahun lalu.

Hal ini disampaikan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pada Rabu 11 Januari 2023 usai mengikuti Rapat Terbatas (Ratas) Evaluasi Capaian Ekspor Tahun 2022 dan Target Tahun 2023.

Menko Airlangga mengungkapkan, pemerintah memproyeksikan nilai ekspor naik di 12,8 persen dan nilai impor naik di 14,9 persen.

"Tahun 2022 ekspor kita tumbuh 29,4 persen, impor tumbuh 25,37 persen. Tahun depan (2023) diproyeksikan ekspornya, karena kita basisnya sudah tinggi, itu ekspornya naik di 12,8 (persen), impornya 14,9 persen," kata Airlangga, dikutip dari laman resmi Sekretariat Presiden, Kamis (12/1/2023).

Pada 2022 lalu nilai perdagangan ekspor Indonesia meningkat signifikan, mencapai Rp 268 miliar. Peningkatan ekspor tersebut ditunjang oleh berbagai komoditas utama seperti besi baja, bahan bakar fosil, dan minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO).

"Batu bara bisa mengompensasi impor dari minyak sehingga kita di bidang energi ini positif sebesar hampir USD 6,8 billion secara year to date, sedangkan iron and steel USD 29 billion, dan CPO sekitar USD 30 billion. Sehingga tentu ini menunjukkan bahwa ekspor Indonesia relatif kuat," beber Airlangga.

Dalam ratas bersama, Presiden Jokowi menginstruksikan agar pertumbuhan ekspor yang positif ini diikuti dengan peningkatan cadangan devisa, ungkap Airlagga.

Selain itu, Presiden juga meminta agar Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 1 Tahun 2019 tentang Devisa Hasil Ekspor dari Kegiatan Pengusahaan, Pengelolaan, dan/atau Pengolahan Sumber Daya Alam dapat diperbaiki.

"Saat ini hanya sektor pertambangan, perkebunan, kehutanan, dan perikanan yang diwajibkan masuk dalam negeri. Nah ini kita akan masukkan juga beberapa sektor termasuk sektor manufaktur. Jadi dengan demikian, kita akan melakukan revisi [PP Nomor 1 Tahun 2019], sehingga tentu kita berharap peningkatan ekspor dan juga surplus neraca perdagangan akan sejalan dengan peningkatan dari cadangan devisa," jelas Menko. (liputan6.com)

Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.