Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila dan Wakil Ketua Umum FKPPI ini menerangkan, di satu sisi deklarasi tersebut dapat dimaknai sebagai manifestasi dari kesadaran sosial sekaligus kesadaran transendental dalam membangun semangat persahabatan dan persaudaraan antar umat beragama. Di sisi lain, deklarasi tersebut juga merepresentasikan keinginan kuat umat beragama untuk membangun sinergi dan kolaborasi, serta berkontribusi aktif dalam mewujudkan dunia yang damai. Lebih dari itu, deklarasi ini juga dapat dimaknai sebagai kritik atas paradigma dan realitas global, yang masih diwarnai berbagai konflik, di mana konsepsi kehidupan dunia yang damai, adil dan sejahtera, masih sebatas utopia.
"Semangat persaudaraan insani dan kerukunan umat beragama tidak boleh berhenti hanya pada sebuah rumusan deklarasi. Spirit ini harus senantiasa hadir dan mengemuka pada setiap ruang publik yang harus dimaknai dan diterjemahkan secara aktual pada berbagai langkah kebijakan, serta menjadi referensi implementasi bagi dimensi pembangunan mental-spiritual yang merata dan berkesinambungan," pungkas Bamsoet.