Kabargolkar.com - Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat, Tubagus Ace Hasan Syadzily mengingatkan bahwa parameter untuk penentuan calon legislatif di Partai Golkar adalah kinerja.
Menurutnya, mereka yang layak menjadi caleg adalah yang mau bekerja dan turun ke lapangan.
"Saya tidak ingin melihat penentuan calon hanya berdasarkan kedekatan kepada pimpinan partai semata, tapi harus semata-mata berbasis kinerja," papar Kang Ace yang dikutip dari Detik.com, Selasa (7/3).
Pernyataan tersebut mendapat respon positif dari kalangan intelektual, termasuk pengamat politik dan pemerintahan Universitas Syiah Kuala, Wais Alqarni yang mengungkapkan, apa yang disampaikan oleh Kang Ace -sapaan akrabnya- merupakan hal ideal, ia pun meyakini mayoritas pimpinan partai politik akan mengatakan hal yang sama.
"Namun yang perlu ditunjukkan adalah political will dalam mengusung para kandidat yang nantinya berkontestasi. Misalnya, dengan tidak mengusung caleg yang sudah jelas tidak baik secara moralnya, karena bicara caleg bukan hanya retorika belaka," ungkap Wais Alqarni saat diwawancara.
Lebih jauh, Wais juga menyampaikan untuk mendapatkan caleg yang loyalis, partai politik juga perlu menambahkan variabel lain dalam penentuan caleg dengan mempertimbangkan keaktifannya minimal lima tahun.
"Tentunya ini sebagai refleksi dan bagian dari memperkuat kelembagaan partai politik yang bermuara pada meminimalisir salah satu kelemahan dari sistem proporsional terbuka yang diinginkan banyak pihak," ungkap sosok yang menjabat Kaprodi Ilmu Pemerintahan Universitas Syiah Kuala ini.
Dirinya pun meyakini bahwa Partai Golkar mampu memperoleh suara tinggi pada Pemilu 2024 ke depan, karena mengingat tingkat konsistensi Golkar dalam setiap ajang demokrasi tersebut. (kompasiana.com)