Kabargolkar.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menceritakan, bagaimana Dana Moneter Internasional atau IMF mendatangi pihaknya menyampaikan keberatan dari berbagai negara maju. Sejumlah negara maju itu, menyatakan keberatan atas kebijakan Indonesia yang melarang ekspor bahan baku mentah atau raw material.
Politikus senior Partai Golkar ini mengatakan, Indonesia sebagai negara berkembang sudah waktunya untuk meningkatkan nilai tambah (added value) dari berbagai mineral tambang yang krusial di Tanah Air.
“Jadi kami bisa menjadi bangsa besar. Masak kalian aja yang menjadi negara maju?," kata Luhut dalam keterangan persnya, Rabu (22/3/2023).
Luhut juga membeberkan, bagaimana proses larangan ekspor dalam sistem hilirisasi ini makin mendorong pemerataan ekonomi di dalam negeri. "Karena hilirisasi, kami merasakan equality (pemerataan), Pulau Jawa dan luar Jawa terjadi perubahan,” ucap Luhut.
Oleh sebab itu, Luhut memastikan, bahwa hilirisasi industri harus dilanjutkan sekaligus dikembangkan ke sumber daya alam (SDA) maupun produk lainnya. “Untuk mencapai pertumbuhan yang tinggi, inklusif, dan berkelanjutan, hilirisasi kita teruskan,” tegas Luhut.
Ia pun mencontohkan, salah satu bentuk keberhasilan hilirisasi industri terlihat dari kontribusi komoditas nikel terhadap nilai ekspor selama periode 2017-2022.
Data menunjukkan ekspor hilirisasi nikel mencapai US$ 3,97 juta pada tahun 2017, lalu naik menjadi US$ 6,52 juta pada 2018, dan terus bertambah menjadi US$ 8,16 juta pada 2019. Berikutnya, nilai ekspor komoditas itu mencapai US$ 11,61 juta pada 2020, lalu naik menjadi US$ 22,21 juta pada 2021, dan tembus US$ 33,81 juta pada 2022.
“Dulu kita cuma ekspor nickel ore, sekarang sudah semua (nickel and cobalt sulphate, battery precursor, cathode, battery cell and pack, envirosteel smelter / ESS, charging station, dan battery recyling),” tutup Luhut.
Presiden Joko Widodo atau Jokowi sebelumnya juga mengaku telah bertemu dengan pimpinan Uni Eropa. Dalam pertemuan itu, kepala negara menegaskan bahwa Indonesia adalah negara terbuka tapi tak bisa dipaksa untuk mengekspor bahan mentah.
“Saya sampaikan waktu bertemu dengan Uni Eropa, Indonesia tidak menutup diri. Kita terbuka, tapi jangan paksa kita untuk ekspor bahan mentah. Sudah tidak mau kita,” kata Presiden Jokowi dalam Pembukaan Muktamar XVIII PP Pemuda Muhammadiyah Tahun 2023 di Balikpapan, Kalimantan Timur, Rabu, 22 Februari 2023.
"Kalau kamu ingin memproduksi perkusor, panel surya, silakan datang ke Indonesia, kita terbuka," sambungnya.