Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
BAMSOET, DARI WARTAWAN KE SENAYAN
  Kabar Golkar   26 Oktober 2018
[caption id="attachment_14180" align="aligncenter" width="1024"]
Sambutan Bambang Soesatyo (Bamsoet) Saat Peluncuran Buku " Dari Wartawan Ke Senayan)[/caption] Kabargolkar.com, Jakarta - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo meluncurkan buku biografinya ‘Dari Wartawan ke Senayan’. Buku setebal 280 halaman ini mengungkapkan perjalanan hidup hingga karir Bamsoet yang ditulis oleh tim yang juga seniornya dan rekan-rekan sesama wartawan di Harian Prioritas tahun 1986-1987. “Mulanya saya menolak untuk dibuatkan biografi. Namun Bang Derek Manangka almarhum akhirnya berhasil meyakinkan saya. Bahwa buku itu penting untuk adik-adik yang sedang menggeluti profesi wartawan agar mereka juga bisa melihat bahwa karir mereka bisa menjulang dan punya masa depan.” Jelasnya. Karena, lanjut Bamsoet sebenarnya dari profesi wartawan kita bisa menjadi apa saja. Wartawan punya peluang yang lebih besar ketimbang profesi lainnya dalam akses dan jaringan. Mulai tukang sampah hingga presiden. “Wartawan punya akses kepada siapapun dan dapat bertanya tentang apapun,” kata Bambang Soesatyo dalam acara peluncuran buku karyanya “Dari Wartawan ke Senayan,” Kamis,25/10, di Kompleks DPR, Senayan, Jakarta. Dalam acara yang dihadiri berbagai tokoh politik nasional dan sesepuh wartawan itu, Bamsoet, pangggilan Bambang Soesetyo, juga mengungkapkan, dia merintis karier wartawan dari kasta paling bawah, yaitu reporter baru. ”Waktu itu karena masih pake mesin tik, kalau satu dua alinea tulisan kita dianggap sudah tidak bagus, langsung disobek oleh redaktur. Apalagi kalau ketemu Bang Panda Nababan. Belum dibaca udah dirobek-robek,” katanya disambung tertawa hadirin. Demikian juga kehidupan ekonominya yang sekarang dicapainya dengan tidak mudah dan harus kerja keras. Dia merintis bisnisnya dari paling bawah pula, yaitu dari jual beli sayur, bawang merah dan telor di Pasar Induk, Kramat Jati, Jakarta. Waktu ditugaskan meliput di Pasar Induk, Bamsoet mengetahui dari pedagang mereka mengambil barang dari Bekasi. Lantas Bamsoet menawarkan diri untuk ikut memasok juga. Para pedagang menyetujui sepanjang harganya lebih murah atau sama dari pemasok lainnya. Dengan kedaraan umum dan kedaraan back terbuka sewaan, Bamsoet bolak-balik Bekasi Pasar Induk. “Bekasi waktu itu masih sangat jauh, belum ada jalan tol seperti sekarang,” papar Bamsoet. Walhasil dia harus kerja keras bangun lebih pagi dan waktu luang dipakai untuk mengurus bisnisnya. “Bagi saya prinsip bisnis atau dagang itu mudah. Kita tinggal mencari didaerah mana bisa kita beli barang lebih murah dan daerah mana kita bisa menjual barang lebih mahal. Selisihnya itulah keuntungan.” Tutur Bamsoet. Untuk modal Bamsoet terpaksa mengadaikan jam tangan dan beberapa barang miliknya, sebab awalnya semua harus bayar kontan. Setelah dipercaya baru kemudian boleh konsinyasi. Dari sana usaha terus melaju membangun jaringan dengan para pengusaha papan tengah dan papan atas melalui Hipmi (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia) dan Kadin (Kamar Dagang dan Industri Indonesia). Bambang menerangkan, banyak yang bertanya kepada dirinya setelah menjadi ketua DPR mau kemana, termasuk apakah mau menjadi ketua umum Golkar, Bamsoet menjawab singkat, “Berfikir saja belum
Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.